Opini Pos Kupang
Merespons Tulisan Prof. Alo Liliweri; Penyebaran Kabar Gembira dan Pilihan Media
`Gereje elektronik' dengan ` metode propaganda modern` membuka wawasan kita untuk melihat peran media massa dan media baru
Penulis: Ferry Jahang | Editor: Ferry Jahang
maka setiap informasi baik yang berkontribusi positif maupun yang negatif, membuat hati manusia galau, telah membangkitkan kesadaran khalayak untuk memilih media dan saluran yang berkualitas dan yang dapat dipercaya.
Pertaruhan dan persaingan antar media ikut memotivasi para awak media bagaimana menghadirkan konten yang berkualitas dan tidak sekadar populer.
Hal ini relevan mengingat khalayak memiliki pilihan sendiri terhadap setiap produksi media yang ditawarkan.
Media yang tidak menjawabi kebutuhan khalayak tentu saja memiliki pengikut yang sedikit dan bahkan lambat laun akan ditinggalkan.
Atas kesadaran pilihan media dengan teori " Uses and Gratification", sebagaimana dikemukakan Prof. Alo Liliweri dalam opini kemarin ( 20/7/2020 ), kiranya para aktor pewarta kabar gembira yang akan menggunakan media massa dan media elektronik sebagai sarana pewartaan,
akan dengan jeli memilih dan menciptakan konten yang menarik dan berisi sehingga menjawab kebutuhan khalayak sesuai dengan tingkatan kelompok audiens.
Seruan Yesus " Pergilah ke seluruh dunia dan wartakanlah Injil kepada segala makhluk" ( Markus 16 :20 ) menginspirasi para murid dan orang-orang yang percaya kepada-Nya
untuk menemukan metode yang tepat berikut pilihan media yang efektif untuk membumikan kabar gembira di dunia pada era global.
Salah satu kabar gembira yang ditawarkan Yesus adalah mengembangakan kekuatan komunikasi sebagai dasar dalam membangun persekutuan komunitas.
Betapa pentingnya komunikasi sebagai kekuatan dalam merawat kebersamaan dalam keluarga, komunitas, institusi, masyarakat dan negara.
Kekuatan komunikasi berkaitan dengan sumber komunikator, komunikan-khalayak, isi atau pesan yang mau disampaikan berikut media yang digunakan, metode dan respon khalayak.
Pada era dimana media massa dengan disipilin jurnalistik yang tinggi menghimpun berita, mengemas dan memproduksi untuk didisitribusikan, para khalayak menjadi konsumen pasif yang menerima infomasi secara monolog.
Namun pada era media baru dengan internet, media on line dan digital, telah terbuka partisipasi khalayak dalam merespons, memilih dan mengevaluasi konten yang dikonsumsi.
Di sinilah sebagaian masyarakat tampil sebagai khalayak yang aktif dan ikut terlibat dalam pilihan media, konten yang digemari dan memberikan tanggapan sesuai pemahaman dan latarbelakang yang dimiliki.
Kehadiran media baru dengan teknologi informasi digital telah memicu dan menginspirasi berbagai elemen masyarakat untuk ikut berpatisipasi memilih dan menggunakan media yang relevan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/romo-maxi-un-bria-1.jpg)