Opini Pos Kupang
Merespons Tulisan Prof. Alo Liliweri; Penyebaran Kabar Gembira dan Pilihan Media
`Gereje elektronik' dengan ` metode propaganda modern` membuka wawasan kita untuk melihat peran media massa dan media baru
Penulis: Ferry Jahang | Editor: Ferry Jahang
Merespons Tulisan Prof. Alo Liliweri; Penyebaran Kabar Gembira dan Pilihan Media
Oleh : RD. Maxi Un Bria
Rohaniwan Katolik, Mahasiswa Program Doktoral Komunikasi Sekolah PascaSarjana Usahid Jakarta
Opini Prof. Alo Liliweri tentang Berdoa di ` Katedral Udara' ( Opini Pos Kupang 20/7/2020), yang mengupas dengan indah pemikiran Aimee Semple McPherson tentang `Katedral udara' ,
` Gereje elektronik' dengan ` metode propaganda modern ` membuka wawasan kita untuk melihat peran media massa dan media baru sebagai sarana efektif dalam mewartakan kabar gembira Yesus Kristus di era industri teknologi dan informasi abad ini.
Kita menghadapi kenyataan tidak terbantahkan bahwa selalu ada perkembangan dan perubahan baik dalam produksi media teknologi maupun ada perubahan drastic berkaitan dengan tanggapan dan pilihan khalayak terhadap apa yang ditawarkan media.
Jadi bila media massa cenderung memberitakan informasi secara monolog, kini dengan kehadiran media baru; internet, media sosial dan media online,
produksi media mendapat tanggapan dari sebagian khalayak yang tidak saja hadir secara pasif, melainkan menegaskan diri sebagai khlayak yang aktif dan berpartisipasi.
Khalayak pengguna media dan kebutuhannya ikut juga berpengaruh terhadap pertimbangan media dalam memproduksi informasi.
Dalam kaitannya dengan gagasan tentang Berdoa di `Katedral Udara', Gereja elektronik dan metode propaganda modern,
agaknya sangat relevan pentingnya pengetahuan dan keterampilan soft skill dalam menggunakan media massa, media elektronik dan media baru
sebagai sarana efektif dalam propaganda kabar gembira di tengah pusaran krisis multi dimensi yang melanda dunia.
Aktor-aktor gereja sudah sejak lama memang memikirkan dan telah ikut mengimplementasikannya.
Karena itu misalnya kita kenal di lingkungan Gereja Katolik tingkat keuskupan memiliki komisi komunikasi sosial yang juga sebagiannya dalam praksis pastoral telah memiliki studio penyiaran radio maupun televisi.
Kongregasi Serikat Sabda Allah misalnya di Flores dan Timor aktif mengembangkan dan menggunakan media massa sebagai media pewartaan.
Kita mendengar adanya Koran DIAN di Ende, sekarang ini ada Flores Pos dan di Kupang ada radio Verbum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/romo-maxi-un-bria-1.jpg)