Breaking News:

Petrus Gero: Polisi Sudah Jadi Milik Masyarakat Lembata

Politisi Partai Golkar ini mengakui pada masa itu masih ada jarak antara masyarakat dan institusi kepolisian.

POS-KUPANG.COM/RIKARDUS WAWO
Kapolres Lembata AKBP Yoce Marthen, Bupati Eliaser Yentji Sunur, Ketua DPRD Petrus Gero bersama jajaran Forkopimda Lembata bersiap-siap memotong nasi tumpeng dalam rangka HUT Ke-74 Bhayangkara, Rabu (1/7/2020) 

Petrus Gero: Polisi Sudah Jadi Milik Masyarakat Lembata

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Institusi Kepolisian telah banyak berbenah. Citra polisi yang humanis dan dekat dengan masyarakat kini telah banyak dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua DPRD Lembata Petrus Gero, saat resepsi perayaan HUT Ke-74 Bhayangkara di Polres Lembata, Rabu (1/7/2020), mengatakan polisi sudah jadi bagian dari kehidupan masyarakat Lembata.

Kondisi ini menurutnya berbeda dengan masa di mana Lembata masih jadi bagian dari Kabupaten Flores Timur. Saat itu, hanya ada Polsek Lewoleba dan Balauring. Jumlah personil polisi pun tak banyak. Petrus mengenang saat dia masih duduk di bangku SMA sekitar tahun 1987. Kala itu, masyarakat masih merasa takut berurusan di kantor polisi.

"Dengar nama mereka saja kita sudah takut, apalagi minta menghadap ke Polsek Lewoleba," ungkap Petrus menyebut beberapa purnawirawan polisi pada masa itu.

Politisi Partai Golkar ini mengakui pada masa itu masih ada jarak antara masyarakat dan institusi kepolisian.

Sekarang, Institusi Polri telah melakukan sebuah reformasi besar-besaran secara internal.

"Perubahan itu yakni Polri jadi milik masyarakat. Kita alami dalam semua segi kehidupan. Kiprah Polri membantu kita secara umum dan secara pribadi. Kalau saya tidak diberi keterangan surat SKCK saya tidak akan lolos jadi ketua DPRD. Itu kerja sama yang patut kita apresiasi," ujar Petrus.

Sementara itu, Kapolres Lembata AKBP Yoce Marthen menerangkan meski masih terkendala pandemi Covid-19, Polres Lembata tetap memastikan situasi masyarakat tetap tertib dan kondusif.

"Setiap langkah ataupun tugas terutama anggota kami yang langsung bersentuhan dengan masyarakat masih ada kekurangan, dalam kesempatan ini selaku pimpinan kami meminta maaf. Kalau selama anggota berdinas mungkin khilaf dan salah berucap itu kekurangan kami dan mohon dimaafkan," imbuh Kapolres Yoce.

"Kami sudah bersumpah apapun yang kami lakukan adalah untuk kemaslahatan semua masyarakat Lembata. Kami memohon doa restu. Semua masyarakat dapat memberikan nasihat ataupun masukan sehingga kami dapat laksanakan kegiatan yang bertujuan untuk kebaikan atau bermanfaat bagi kami semua," tambahnya.

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur, juga berterima kasih secara khusus karena berkat keras kepolisian juga Kabupaten Lembata masih terbebas dari Covid-19 atau masih masuk dalam zona hijau.

Acara HUT Ke-74 Bhayangkara dilakukan di Kompleks Polres Lembata di tepi pantai berhadapan langsung dengan Teluk Lewoleba.

Bedah Rumah Pemkot, Warga Terima Kasih ke Pemerintah

Belajar Jujur dan Humanis Dari Polisi Leo di Polres Lembata

Bupati Malaka Titip Tiga Pesan Buat Jajaran Polres Malaka

Jajaran Forkopimda Lingkup Pemkab Lembata turut menghadiri upacara yang diadakan secara virtual dan resepsi bersama.

Pada kesempatan itu, dua warga Lembata yang berulangtahun pada 1 Juli juga mendapatkan hadiah SIM gratis. Keduanya yakni Bahrun Beyeng dan Veronika Deram.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved