Kamis, 16 April 2026

Gubernur NTT

VIDEO - Gubernur Viktor Sebut Pembangunan Berbasis Penelitian Masih Sangat Minim di NTT

VIDEO - Gubernur Viktor Sebut Pembangunan Berbasis Penelitian Masih Sangat Minim di NTT

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Jhony Simon Lena

VIDEO - Gubernur Viktor Sebut Pembangunan Berbasis Penelitian Masih Sangat Minim di NTT

POS-KUPANG.COM | MBAY - Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menyebutkan, pembangunan berbasis penelitian atau riset di NTT masih sangat minim.

Sebuah daerah maju harus didukung dengan penelitian yang berkembang sehingga menopang pembangunan. Selain itu semua berbasis penelitian atau riset.

VIDEO - Gubernur Viktor Ajak Masyarakat Jauhi Narkoba

VIDEO - Masyarakat Umanen Ucapkan Terima Kasih Untuk Bupati Belu Willy Lay

VIDEO - VIRAL : Sayur Itu Kami Beli Pake Uang Sendiri, Bukan Uang Pemerintah

Gubernur Viktor menyatakan NTT sangat ketinggalan akibat kurangnya penelitian dibidang apapun.

Gubernur Viktor mendorong para Bupati serta orang tua agar mengarahkan anaknya untuk lebih tertarik pada penelitian sehingga melanjutkan pendidikan sebagai peneliti dalam berbagai bidang demi memajukan NTT yang cerdas.

Gubernur Viktor mengatakan akan membangun sebuah laboratorium hebat pada tahun 2022 demi menunjang segala potensi daerah seperti peternakan, pertanian, tumbuh-tumbuhan, agar menghasilkan kualitas produk tinggi demi kesejahteraan masyarakat NTT.

Gubernur Viktor mengajak Bupati Nagekeo untuk menyiapkan anggaran dibidang penelitian sehingga 2022 bisa dibangun laboratorium yang berkualitas.

"Bupati siapkan anggaran, kita bangun laboratorium hebat di 2022. Kita teliti semua. Kita punya pohon, sapi biar jadi kualitas baik," ungkap Gubernur Viktor saat tatap muka di KM I Tengah Kelurahan Danga Kota Mbay Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, Sabtu (27/6/2020).

Ia menyebutkan negara Australia telah mengkonsumsi daging sapi berkualitas baik sejak lama bahkan diekspor mengapa NTT tidak bisa melakukan hal itu.

Menurut dia, di NTT kualitas daging sapi masih rendah dan berharap dengan adanya sapi yang sehat dan berkualitas akan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Makanya semua itu harus dilakukan melalui penelitian atau riset.

"Sudah orangnya stunting, sapinya juga ikut stunting. Pertanian dan peternakan kita kurang penelitian. Orang Australia sudah makan daging sapi enak sejak lama, kita masih makan yang keras, karena kita kurang dalam penelitian," ujarnya. Minggu, 28/06/2020 (POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan).

Tonton, Like, Share, Subscribe Youtube Channel POS-KUPANG.COM

Ingat SUBSCRIBE, SHARE dan tinggalkan jejak di kolom KOMENTAR.

Update info terkini via ONLINE : https://kupang.tribunnews.com/

INSTRAGAM poskupangcom : https://www.instagram.com/poskupangcom/?hl=id

FACEBOOK : POS-KUPANG.COM: https://bit.ly/2WhHTdQ

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved