Corona di NTT

VIDEO - VIRAL : Sayur Itu Kami Beli Pake Uang Sendiri, Bukan Uang Pemerintah

VIDEO - 'Sayur Itu Kami Beli Pake Uang Sendiri, Bukan Uang Pemerintah'

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Jhony Simon Lena

VIDEO - VIRAL : Sayur Itu Kami Beli Pake Uang Sendiri, Bukan Uang Pemerintah

POS-KUPANG.COM |LEWOLEBA - Sebuah video yang merekam aksi penertiban penjual sayur dan penjual ikan yang dilakukan oleh aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lembata menjadi viral dan beredar luas di media sosial sejak Selasa (23/6/2020) kemarin.

VIDEO - Wakapolda NTT, Jhony Asadoma Minta Arahan & Bimbingan Irjen Pol Purnawiran Drs Jacky Ully

VIDEO - Gubernur NTT VBL Disambut Tarian Tiaraga Sebelum Tatap Muka di Riung

VIDEO - Peserta Tatap Muka dengan Gubernur VBL Wajib Cek Suhu Tubuh dan Cuci Tangan

Video berdurasi 3 menit 31 detik itu menampilkan tindakan Kepala Satpol PP Kabupaten Lembata Markus Lela Udak dan para personilnya menertibkan ibu-ibu pedagang sayur dan pedagang ikan di depan sebuah toko di dalam Kota Lewoleba.

Tampak, Markus Lela Udak dan beberapa orang anggota Satpol PP berseragam lengkap turun dari mobil dan langsung menyita jualan milik para pedagang ke dalam mobil. Petugas Satpol PP juga secara paksa mengangkut sayur dan barang dagangan milik seorang ibu penjual sayur.

Setelah itu, Markus juga terlihat beradu mulut dan membentak seorang pria yang kemudian diketahui adalah pemilik toko. Markus menuduh pemilik toko tersebut sengaja membiarkan ibu-ibu penjual sayur dan ikan menggelar lapak di depan toko. Tuduhan ini kemudian dibantah si pemilik toko hingga terjadi perdebatan sengit.

Aksi penertiban yang terekam di dalam video tersebut pun sudah tersebar di linimasa Facebook dan What's App. Tak sedikit warganet yang mengecam aksi penertiban terhadap ibu-ibu pedagang. Warganet menilai aksi penertiban itu sebagai tindakan tak terpuji terhadap masyarakat kecil.

Penelusuran POS-KUPANG.COM , aksi penertiban pedagang oleh Satpol PP Kabupaten Lembata itu terjadi beberapa bulan lalu sebelum pandemi Covid-19 dan baru ramai diperbincangkan warganet setelah diunggah sejak Selasa kemarin.

Seorang ibu penjual sayur bernama Maria Kewa Rean (50) yang berhasil ditemui POS-KUPANG.COM di kediamannya pada Selasa malam membenarkan kalau dia juga jadi salah satu korban penertiban oleh Satpol PP malam itu. Namun dia sudah lupa tanggal persis kejadian itu berlangsung.

"Kejadiannya sudah lama," tandas Maria di Kawasan Berdikari, Kota Lewoleba.

Perempuan pedagang sayur keliling itu mengakui kalau gerobak dan sayur jualannya juga turut disita aparat lalu diamankan di Kantor Satpol PP.

Maria tampak kesal ketika mengisahkan kembali kejadian penertiban malam itu. Sebabnya, saat itu dia bersama rekan-rekan seprofesinya itu memang tidak berniat membuka lapak jualan di depan toko. Mereka hanya beristirahat sejenak dan melepas lelah di depan toko setelah berjalan keliling Kota Lewoleba menjajakan sayur dan ikan.

"Kami ini kan mulai awal jalan keliling jual sayur. Karena capek duduk di depan toko. Saya duduk ada juga penjual ikan. Kemudian ada oto (mobil) Pol PP ada dua. Satu dari depan satu dari samping. Satu pedagang lihat satu Pol PP pakai pakaian preman kiranya turun beli ikan. Tiba-tiba langsung tarik gerobak dan jualan. Kami dua sempat baku tarik saya punya gerobak," ujar ibu lima orang anak itu, tak puas.

Maria juga tidak puas kalau gerobak dan barang jualannya turut disita aparat. Alasannya, "Sayur Itu Kami Beli Pake Uang Sendiri, Bukan Uang Pemerintah," tegas Maria.

"Saya sendiri yang penjual sayur. Kalau penjual ikan itu ada tiga orang. Mereka langsung sita ikan. Lalu manusianya pulang ke rumah. Mereka suruh kami ambil (barang yang disita) di kantor tapi mereka tidak mau," ucap Maria sembari menambahkan kalau kejadiannya terjadi sekitar pukul 20.00 Wita.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved