Video—Viral! Jenazah PDP Covid-19 Diambil Paksa Warga Dari RS di Makassar
Peristiwa pengambilan jenasah pasien dalam pengawasan (PDP) PDP Covid-19 terjadi lagi di RS Labuang Baji, Makassar, Sulawesi Selatan.
POS-KUPANG.COM, MAKASAR— Peristiwa pengambilan jenasah pasien dalam pengawasan (PDP) PDP Covid-19 terjadi lagi di RS Labuang Baji, Makassar, Sulawesi Selatan.
Kerabat pasein PDP yang meninggal di RS Labuang Baji, Makasar itu tidak terima jenasah pasien dimakam sesuai protokol kesehatan.
Akibatnya ratusan warga menyerbu RS Labuang Baji dan mengambil paksa jenasah pasien PDP Covid-19 tersebut.
Jenasah pasien PDP Covid-19 yang diambil secara paksa dari RS Labuang Baji tersebut, digotong bersama untuk dibawa kembali ke rumah.
Salah satu kerabat PDP Covid-19 itu, mengabadikan moment yang terjadi sepanjang jalan dari rumah sakit hinga di rumah duka.
Rekaman video yang berudarasi kurang lebih 16 menit itu langsung viral di media social sejak Jumat 5 Juni 2020.
Dikutip dari Tribunnews, Seorang warga dikabarkan membawa kabur sebuah kotak pendingin yang berisi sampel swab.
Peristiwa itu dilakukan saat jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) di Rumah Sakit Labuang Baji, Makassar diambil paksa pihak keluarga.
• VIDEO—Terapkan Physical Distancing, Umat Muslim Laksanakan Shalat Jumat di Masjid Raya
• Video—Jelang New Normal, Unipa Maumere Terapkan Protokol Kesehatan Bagi Mahasiswa dan Dosen
• Video—Viral! Tidak Mau Ditegur, Pemotor Pria Ini Tampar Karyawati SPBU
Direktur Rumah Sakit Labuang Baji Andi Mappatoba mengatakan, kotak penyimpanan tersebut dibawa kabur pada Jumat (5/6/2020) pagi tadi.
Kotak tersebut berisi sampel swab almarhum dan anaknya yang hendak dikirim ke laboratorium untuk diuji setelah dinyatakan PDP.
"Ada hasil swab pasien tadi tapi masih utuh. Tidak ada yang tahu saat kejadian karena massa banyak sekali masuk, nanti di jalanan baru kelihatan ada yang bawa itu," kata Mappatoba kepada Kompas.com saat dihubungi, Jumat sore.
Aksi pengambilan paksa kotak penyimpanan itu akhirnya diketahui usai petugas keamanan RS Labuang Baji melihatnya di depan pintu masuk rumah sakit.
Mappatoba mengatakan, seandainya kotak tersebut terus dibawa akan menjadi bahaya bila warga yang meninggal tersebut benar-benar positif Covid-19.
"Jadi petugas kami meminta kembali. Yang jelas ketika kami melihat ada yang membawa itu, kami mengejar dan meminta itu (kotak pendingin) kembali. Sudah didapat," ujar Mappatoba.
Sebelumnya diberitakan peristiwa sejumlah orang mengambil paksa jenazah PDP kembali terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan.