Aksi Brutal Istri Polisi Aniaya Bidan Desa yang Bertugas, Dijambak dan Digebuk Setelah Tutup Pintu

Kejamnya lagi, aksi koboi itu dilakukan wanita tersebut ke wanita lainnya setelah pintu ruang kerja sang bidan ditutup dari luar

Editor: Alfred Dama
cq.xinhuanet.com
Ilustrasi 

Aksi Brutal Istri Polisi Aniaya Bidan Desa yang Sementara Bertugas, Dijambak dan Digebuk Setelah Tutup Pintu

POS KUPANG.COM -- Aksi main hakim tak sepantasnya dilakukan seorang istri polisi kepada petugas kesehatan apalagi dilakukan saat sang bidan sedang melayani pasien

Kejamnya lagi, aksi koboi itu dilakukan wanita tersebut ke wanita lainnya setelah pintu ruang kerja sang bidan ditutup dari luar

 Insiden penganiayaan seorang bidan desa di tempat kerjanya hingga viral di media sosial mulai disidik polisi.

Dalam olah tempat kejadian perkara yang digelar petugas Polsek Kalukku, Rabu (3/6/2020) sore, terungkap jika pelaku yang juga istri seorang anggota polisi di Polda Sulbar tersebut mendatangi sang bidan yang sedang bertugas di tempat kerjanya.

Agar tindakan main hakim sendiri itu tak diketahui orang lain atau pasien yang datang ke Poskedes, pelaku terlebih dahulu mengunci pintu poskedes agar leluasa menganiaya korban yang akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

Model Seksi Ini Ditawarai Main Siswa SMP Hingga Rp 80 juta, Bagian intimnya Pun Pernah Tersenggol

Kemendikbud Terbitkan 19 Item Syarat New Normal untuk Sekolah, Dilaksanakan Saat Mulai Sekolah

RAMALAN ZODIAK HARI INI, Jumat 5 Juni 2020:Gemini Jangan Emosional, Scorpio Siap Terima Tantangan

Anies Baswedan Berseberangan dengan Jokowi Soal New Normal, Pilih Perpanjang PSBB di Jakarta

Pejuang Timor Leste Paling Takut Sosok ini, 25 Tahun Jalani Misi Rahasia, Ini Snieper Terbaik TNI

Donna AgnesiaTernyata Anak Polisi,Lulus Kuliah Hukum, Dilarang Ayah ke Dunia Hiburan, Ini Sikap Mama

Saat kejadian, pelaku ditemani dua rekannya. Sejumlah saksi dari keluarga korban dihadirkan saat olah TKP berlangsung. Tidak hanya itu, polisi juga menghadirkan saksi salah seorang warga yang melihat langsung awal peristiwa penganiayaan ini .

Warga itu juga yang melerai aksi kekerasan istri polisi terhadap bidan desa. Kepada polisi, saksi mata menjelaskan kronologi pelaku masuk di tempat kerja korban bersama dua rekannya.

Setelah berhasil masuk, tanpa banyak tanya pelaku langsung melakukan penganiayaan. Belakangan diketahui dua perempuan yang menemani istri polisi tersebut juga seorang bidan dan seorang petugas lapas yang sedang mangkir alias tidak bertugas.

Sebab, korban dianiaya pelaku bersama dua rekannya pada saat jam kerja. Satu rekan pelaku terlibat mengabadikan adegan kekerasan tersebut dan mengunggahnya ke media sosial hingga jadi perbincangan warganet.

Sedangkan satu teman pelaku lainnya menjadi penonton saat insiden kekerasan tersebut terjadi. Seorang saksi mata yang bertempat tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian sempat curiga dengan penutupan pintu Poskedes yang tidak biasanya.

Saksi juga curiga mendengar ada suara teriakan histeris dari korban. Karena penasaran, saksi lalu memberanikan diri masuk melalui jendela depan. Saat berhasil masuk, saksi menyaksikan korban sedang dianiaya pelaku.

Seperti dalam rekaman video yang sudah beredar di internet, terlihat pelaku menyeret dan menjambak rambut korban yang tidak berdaya.

Meski korban tak mengadakan perlawanan, pelaku terus menarik dan memukuli kepala dan wajah korban hingga luka memar.

Tak tahan melihat jeritan korban yang mendapat penganiayaan, saksi langsung berusaha melerai keduanya. Namun, pelaku yang kalap terus menganiaya korban hingga bidan desa itu dilarikan ke rumah sakit.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved