Di Belu, Orang Tanpa Gejala Masih 25 Orang

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu hingga Senin, 1 Juni 2020 pukul 15:00 WITA menunjukkan, jumlah OTG sebanyak 25 orang

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
zoom-inlihat foto Di Belu, Orang Tanpa Gejala Masih 25 Orang
POS-KUPANG.COM/TENIS JENAHAS
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, Cristoforus M. Loe Mau

POS KUPANG.COM| ATAMBUA-----Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu hingga Senin, 1 Juni 2020 pukul 15:00 WITA menunjukkan, jumlah Orang Tanpa Gejala ( OTG) sebanyak 25 orang.

Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak empat orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak satu orang serta orang yang terkonfirmasi Positif Covid-19 nihil.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, Cristoforus M. Loe Mau, SE mengatakan hal ini dalam siaran pers yang diterima wartawan, Senin (1/6/2020).

Pemerintah Gulirkan SBB untuk Perumahan

Menurut Cristoforus, data monitoring dari wilayah kerja 17 puskesmas yang tersebar di 12 kecamatan Kabupaten Belu hingga Senin, 1 Juni 2020 menunjukkan, jumlah Pelaku Perjalanan Berisiko dalam pantauan sebanyak 120 orang. Yang selesai masa pemantuan sebanyak 1.741 orang dari total 1.861 orang.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 76 orang, berkurang 72 orang karena telah selesai masa pemantauan sehingga total ODP hari ini 4 orang yang tersebar di Kecamatan Raihat 1 orang dan Kecamatan Raimanuk 1 orang, Kecamatan Tasifeto Barat 1 orang dan Kecamatan Kota Atambua 1 Orang.

Politani Kupang Gembleng Mahasiswa Cintai Pertanian

Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 25 yang tersebar di Kecamatan Tasifeto Timur 1 orang, Kecamatan Kota Atambua 8 orang, Kecamatan Atambua Barat 7 orang, Kecamatan Atambua Selatan 8 orang dan Kecamatan Tasifeto Barat 1 Orang. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1 orang dari Kecamatan Tasifeto Timur yang sementara dirawat di RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua. Sedangkan orang yang terkonfirmasi Positif Covid-19 nihil.

Cristoforus mengatakan, walaupun data monitoring orang yang terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Belu nihil, Pemerintah Kabupaten Belu terus menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada dengan terus menjalankan pola hidup sehat.

Berdiam diri di rumah saja, atau menjaga jarak fisik apabila bertemu orang lain, tidak boleh bersentuhan atau membatasi interaksi fisik, menghindari kerumunan orang dan selalu membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun dan jika beraktivitas di luar rumah wajib memakai masker.

Bagi warga Kabupaten Belu yang baru pulang dari luar daerah terutama daerah yang terinfeksi Covid-19 agar melaporkan diri ke Posko Gugus Tugas melalui call center 081238654568 yang aktif 24 jam untuk selanjutnya mengikuti arahan petugas termasuk mengisolasi diri.

Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia dan World Health Organization (WHO) menganjurkan agar semua masyarakat menggunakan masker. Untuk masker N95 dikhususkan kepada tenaga medis sedangkan masyarakat dapat memakai masker kain yang dijahit dan selalu dicuci.

Kepada para pelintas yang memasuki wilayah Kabupaten Belu wajib mentaati semua aturan yang ada disetiap Posko Pemantauan tanpa terkecuali demi keselamatan kita bersama. Disampaikan juga, untuk mengatasi dampak Covid-19 Pemerintah menyalurkan beberapa bantuan yakni Bantuan Sosial Tunai (BST), Perluasan Program Sembako, Jaring Pengaman Sosial (JPS) dan Dampak Ekonomi dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa. Pastikan seluruh warga yang berhak menerima bantuan ini. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved