Tetap Waspada, Belu Belum Bebas dari PDP, OTG dan ODP

Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) belum bergerak turun selama beberapa hari terakhir.

POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu-NTT, Cristoforus M. Loe Mau. 

Tetap Waspada, Belu Belum Bebas dari PDP, OTG dan ODP

POS KUPANG.COM| ATAMBUA--Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu hingga Jumat (29/5/2020) pukul 15.00 WITA menunjukkan, jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) belum bergerak turun selama beberapa hari terakhir.

Kondisi ini menunjukkan, Kabupaten Belu belum bebas dari PDP, OTG dan ODP. Dikatakan bebas manakala orang-orang yang berstatus PDP, OTG dan ODP sudah tidak ada lagi atau status zero.

Menjelang pemberlakukan new normal atau tatanan hidup baru yang rencananya 15 Juni 2020, masyarakat diharapkan tetap waspada dengan melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Sesuai data Gugus Tugas, per Jumat (29/5/2020), jumlah OTG masih sebanyak 25 orang dan ODP masih empat orang yang tersebar di empat kecamatan.

Selain itu, Pelaku Perjalanan Beresiko dalam pantauan masih tergolong banyak yakni 158 orang. Ditambah lagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) satu orang yang sementara dirawat di RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD.

Meski jumlah ODP, OTG dan Pelaku Perjalanan Beresiko belum bergerak turun namun masih ada kabar baik bagi masyarakat Belu yaitu, data orang yang terkonfirmasi Positif Covid-19 nihil.

Sesuai data Gugus Tugas, Pelaku Perjalanan Berisiko dalam pantauan yang selesai masa pantuan sebanyak
1.698 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang selesai masa pemantuan sebanyak 72 orang, terisa empat orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, Cristoforus M. Loe Mau, SE dalam siaran pers yang diterima wartawan mengatakan, walaupun data monitoring orang yang terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Belu nihil, Pemerintah Kabupaten Belu terus menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada dengan terus menjalankan pola hidup sehat.

Berdiam diri di rumah saja, atau menjaga jarak fisik apabila bertemu orang lain, tidak boleh bersentuhan atau membatasi interaksi fisik, menghindari kerumunan orang dan selalu membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun dan jika beraktivitas di luar rumah wajib memakai masker.

Bagi warga Kabupaten Belu yang baru pulang dari luar daerah terutama daerah yang terinfeksi Covid-19 agar melaporkan diri ke Posko Gugus Tugas melalui call center 081238654568 yang aktif 24 jam untuk selanjutnya mengikuti arahan petugas termasuk mengisolasi diri.

Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia dan World Health Organization (WHO) menganjurkan agar semua masyarakat menggunakan masker. Untuk masker N95 dikhususkan kepada tenaga medis sedangkan masyarakat dapat memakai masker kain yang dijahit dan selalu dicuci.

Menurut Cristofotus, kepada para pelintas yang memasuki wilayah Kabupaten Belu wajib mentaati semua aturan yang ada di setiap Posko Pemantauan tanpa terkecuali demi keselamatan kita bersama.

Disampaikan juga, untuk mengatasi dampak Covid-19 Pemerintah menyalurkan beberapa bantuan yakni Bantuan Sosial Tunai (BST), Perluasan Program Sembako, Jaring Pengaman Sosial (JPS) dan Dampak Ekonomi dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa.

Pemkab Sumba Timur Tidak Pernah Tutup Perbatasan dengan Sumba Tengah

Pekerja di Belu Rencana Gugat PT Naviri ke Pengadilan Hubungan Industrial

Wali Kota Kupang Dilantik Jadi Dewan Penasehat Ikatan Akuntan Indonesia Wilayah NTT

Data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) menunjukkan, sampai dengan keadaan, Rabu (27/5/2020), jumlah desa di Kabupaten Belu yang telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Sebanyak 44 Desa dari jumlah 69 desa di Kabupaten Belu. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,
Teni Jenahas).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved