Pemkab Sumba Timur Tidak Pernah Tutup Perbatasan dengan Sumba Tengah

Pemkab Sumba Timur tidak pernah menutup akses di perbatasan antara Sumba Timur dan Sumba Tengah.

POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora, M.Si 

Pemkab Sumba Timur Tidak Pernah Tutup Perbatasan dengan Sumba Tengah

POS-KUPANG.COM|WAINGAPU -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Timur tidak pernah menutup perbatasan wilayah Sumba Timur dengan Sumba Tengah. Pemerintah hanya melakukan pengawasan di pintu masuk ke Sumba Timur.

Hal ini disampaikan Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora,M.Si, Jumat (29/5/2020).

Menurut Gidion, Pemkab Sumba Timur tidak pernah menutup akses di perbatasan antara Sumba Timur dan Sumba Tengah.

"Malahan yang ketat itu di pintu masuk ke Sumba Tengah, karena mereka melihat kita ini adalah daerah terpapar atau zona merah," kata Gidion.

Dia menjelaskan, setelah adanya rapat bersama Gubernur NTT, maka Gubernur telah memerintahkan agar semua perbatasan dibuka.

Penegasan pak gubernur tidak boleh lagi tutup perbatasan.

"Kita harapkan pemerintah Sumba Tengah juga bisa segera membuka perbatasan sehingga arus transportasi barang bisa keluar masuk. Ini bertujuan agar ekonomi masyarakat tetap terjaga di tengah Pandemi Covid-19," katanya.

Pekerja di Belu Rencana Gugat PT Naviri ke Pengadilan Hubungan Industrial

Wali Kota Kupang Dilantik Jadi Dewan Penasehat Ikatan Akuntan Indonesia Wilayah NTT

Ternyata Hipertensi Juga Bisa Terjadi Pada Anak-Anak, Ini Sebabnya

Untuk diketahui untuk pengawasan di perbatasan,Pemkab Sumba Timur mengalokasikan dana Rp 150 juta, masing-masing untuk Pos Tim Covid-19 Kecamatan Lewa Rp 100 juta dan Pos Tim Covid-19 Kecamatan Haharu Rp 50 juta.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved