News

Astaga, Protes tak Mendapat BST, Warga Weetabula Berang Gembok Kantor Lurah dan Merusak Fasilitasnya

Akibatnya rencana kelanjutan pembagian BST tertunda sampai saat ini. Bahkan Kantor Lurah Weetabula digembok warga setempat, Selasa (26/5) siang.

Astaga, Protes tak Mendapat BST, Warga Weetabula Berang Gembok Kantor Lurah dan Merusak Fasilitasnya
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
Wabup SBD, Marthen Christian Taka, SIPem

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Petrus Piter

POS KUPANG, COM, TAMBOLAKA - Lurah Langga Lero, Alfonsus Nong, dan Lurah Weetabula, Paulus Rua Pala, Kecamatan Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya, bersama sejumlah staf dan LPM menemui Wakil Bupati, Marthen Christian Taka, S.IPem, di ruang kerjanya, Rabu (27/5) siang.

Kedatangan dua lurah ini untuk menyampaikan adanya aksi protes warga menyikapi pembagian dana bantuan sosial tunai (BST) Kementerian Sosial, 18 Mei 2020. Aksi protes itu terjadi karena ratusan warga kedua kelurahan itu tidak terakomodir sebagai penerima BST.

Akibatnya rencana kelanjutan pembagian BST tertunda sampai saat ini. Bahkan Kantor Lurah Weetabula digembok warga setempat, Selasa (26/5) siang.

Kepada Wakil Bupati SBD, Marthen Christian Taka, Lurah Langga Lero, Alfonsus Nong menyebut jumlah penerima BST di kelurahannya sebanyak 149 Kepala Keluarga (KK) dari usulan 499 KK.

Sejak awal, diakui Alfonsus, pihak kelurahan sudah keberatan atas jumlah penerima BST yang dinilai sedikit dari usulan yang disampaikan sehingga meminta Dinas Sosial
mempertimbangkan menaikan jumlah penerima BST kelurahan mengingat kelurahan tidak memiliki anggaran seperti desa. Kalau di tingkat desa, bila tidak terakomodir di BST, warga bisa memperoleh BLT dana desa.

"Anggaran itu tidak ada di kelurahan," tegas Alfonsus.
Sayangnya, lanjut dia, permintaan itu tidak ditindaklanjuti sehingga jumlah penerima BST tetap saja.

Bahkan saat itu, Dinas Sosial menyampaikan, pihak kelurahan tidak perlu takut karena Dinas Sosial yang turun langsung membagikannya. Kelurahan cukup mengundang warga penerima BST saja.

Faktanya, ketika pembagian BST berlangsung tanggal 18 Mei 2020 terjadilah keributan. Warga yang tidak terakomodir sebagai penerima BST melakukan aksi protes dan mendesak pembagian dipending.

"Kami belum melanjutkan pembagian BST karena khawatir ada aksi protes lagi," terang Alfonsus.

Hal senada disampaikan Lurah Weetabula, SBD, Paulus Rua Palla. Paulus menyebut jumlah penerima BST di Kelurahan Weetabula, sebanyak 102 KK dari 492 KK yang diusulkan ke Dinas Sosial Sumba Barat Daya.

Akibatnya warga melakukan protes ketika pembagian BST berlangsung di Lapangan Galatama, 18 Mei 2020. Aksi protes itu kembali berlangsung, Selasa (26/5), hingga warga menggembok Kantor Lurah Weetabula dan merusak sejumlah fasilitas kantor. Sayangnya aparat kepolisian tidak berbuat apa-apa atas kejadian itu.

Menyikapi masalah ini, Wakil Bupati (Wabup) Marthen Christian Taka, mengatakan, telah terjadi perbedaan pandangan soal bantuan sosial tunai di tingkat kabupaten, kecamatan dan kelurahan. "Apalagi, berbicara data di Dinas Sosial SBD. Kenapa demikian, karena beberapa waktu lalu Kapolres SBD, AKBP Joseph F Mandagi meminta data di Dinas Sosial SBD dan mendapat data tahun 2015. Karena itu, saya akan panggil Dinas Sosial SBD dan pihak terkait lainnya untuk mendapatkan penjelasannya, Kamis (28/5). Bila sudah bertemu, hasilnya saya sampaikan kepada Lurah Weetabula dan Lurah Langga Lero," ujar Wabup Marthen.

Karena itu, demi kelancaran pelayanan pemerintahan, Wabup Marthen meminta Lurah Weetabula dan Lurah Langga Lero dan staf kembali berkantor seperti biasa. *

Penulis: Petrus Piter
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved