Jumat, 10 April 2026

Masjid Tanpa Persiapan Jamaah Salat Id di Rumah

Presiden Joko Widodo melarang pelaksanaan salat Idul Fitri 1441 Hijriah secara berjamaah di masjid atau lapangan

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ELLA UZU RASI
Imam Masjid Raya Nurussa'adah, Kupang, Drs. H. Muhammad Djafar 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Presiden Joko Widodo melarang pelaksanaan salat Idul Fitri 1441 Hijriah secara berjamaah di masjid atau lapangan. Jokowi juga melarang mudik. Upaya ini untuk memutus penyebaran virus Corona ( Covid-19). Tokoh agama Islam di NTT mengikuti imbauan pemerintah.

"Kita mematuhi apa yang ditetapkan pemerintah," kata H Muhammad Djafar, Imam Masjid Nurussa'adah Kupang, Selasa (19/5/2020).

Seminggu menjelang Idul Fitri, Masjid Nurussa'adah belum 'dipercantik' alias tanpa persiapan. "Kami tidak ada persiapan di masjid karena sudah ada petunjuk untuk merayakan Idul Fitri di rumah masing-masing," ujarnya.

Kemenag Terbit Buku Panduan

Menurut Djafar, pada saat Idul Fitri akan ada takbir di masjid tapi tanpa kehadiran jamaah. "Hanya mungkin ada takbir saja di masjid lalu shalatnya jamaah di rumah masing-masing."

Ia menjelaskan, ada anak-anak yang tinggal di masjid sehingga pada malam Lebaran nanti mereka yang akan takbir di masjid. "Tidak ada takbir keliling. Dan, mungkin ada juga takbir di rumah masing-masing," katanya.

PWNU Serukan Silaturahmi Tak Langsung

Mengenai imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk tidak saling mengunjungi, Djafar menjelaskan tidak ada silaturahmi juga setelah beribadah di rumah masing-masing.

"Kita patuhi semua yang telah ditetapkan baik dari pemerintah maupun MUI. Kita patuhi semua," ucapnya.

Djafar mengimbau jamaah mengikuti segala ketentuan dari pemerintah maupun pemimpin agama.

Hal senada disampaikan Imam Masjid Nurul Hidayah Kelapa Lima, Muslimin Rusli.
Muslimin mengatakan, ada imbauan MUI pusat, MUI NTT dan MUI Kota Kupang untuk melaksanakan Salat Id di rumah masing-masing.

"Meski dari segi kebatinan menolak untuk ini, tetapi kita harus bijak untuk melaksanakan salat di rumah," kata Muslimin saat ditemui di kediamannya, Selasa (19/5).

Menurutnya, jamaah Masjid Nurul Hidayah sudah diimbau untuk melakukan Shalat Idul Fitri di rumah.

"Para jamaah tetap patuh pada imbauan MUI dan pemerintah, terutama Pemerintah Provinsi NTT dan Kota Kupang untuk tetap mematuhi protokol kesehatan demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ujarnya.

Muslimin mengatakan, momen menyambut Idul Fitri tahun ini lebih banyak merujuk pada persiapan batin. Pada akhir-akhir bulan Ramadhan seperti ini, setiap umat Muslim pasti merasa sedih, juga merasa kehilangan momen yang selama ini begitu meriah dirayakan.

"Tetapi jujur bahwa kita mengambil sisi positifnya saja. Karena pada tahun-tahun sebelumnya kita mungkin jarang salat berjamaah bersama keluarga di rumah, lalu buka puasa bersama keluarga, karena sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Namun kali ini kita bisa salat dan berbuka puasa bersama keluarga di rumah," ucap Muslimin

Selain salat berjamaah dan berbuka puasa bersama, momen kali ini juga menjadi sebuah momen semua umat muslim Bertadaruz (membaca Al-Qur'an) bersama.
"Jadi volume kita membaca Al-Qur'an itu lebih banyak pada saat pandemi Covid-19 ini," tandasnya.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved