Di Ngada Aparat Desa dan BPD Boba I Terima BST, Warga: Masyarakat Sakit Hati

Sejumlah warga Desa Boba I Kecamatan Golewa Selatan Kabupaten Ngada mendatangi Posko Covid-19 Kabupaten Ngada di Kantor BPBD Ngada

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Sejumlah warga Boba I saat mendatangi Posko Covid-19 Ngada di Kota Bajawa, Kamis (14/5/2020). 

POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Sejumlah warga Desa Boba I Kecamatan Golewa Selatan Kabupaten Ngada mendatangi Posko Covid-19 Kabupaten Ngada di Kantor BPBD Ngada, Kamis (14/5/2020).

Mereka datang bertemu dengan Sekertaris Daerah (Sekda) Ngada Yos Nono.

Kedatangan mereka untuk menyampaikan keluhan dan sekaligus protes terhadap Pjs Kepala Desa Boba I yang dinilai penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) di Desa Boba I tidak tepat sasaran.

Rumput Penuhi Selokan di Matawai-Waingapu

Warga Desa Boba I, Bertoldus Dodo (51) mengatakan dana Bantuan Sosial Tunai (BST) yang disalurkan melalui PT Pos Indonesia Cabang Mataloko, Senin (11/5/2020) tidak tepat sasaran.

Bertoldus menyatakan yang mendapatkan BST tersebut merupakan keluarga dari Pjs Kepala Desa Boba I.

Bahkan menurut Bertoldus pihak desa tidak transparan mendata penerima BST dan diduga kuat memasukan nama-nama keluarga dekat.

Haruskah Pasar Ditutup?

Warga lainnya Andreas Dhawu (65) mengatakan aparat desa dan ketua

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta semua anggota BPD mendapatkan BST. Bahkan, keluarga dekat mereka mendapatkan BST.

"Ketua BPD dapat, semua anggota BPD dapat dan keluarga mereka dapat," ungkapnya.

Ia mengatakan keluarga dari aparat desa, BPD dan juga perangkat desa juga ikut menerima BST sebesar 600.000 per Kelompok Penerima Manfaat (KPM).

" Yang terima BST itu 17 Kepala Keluarga. Itu uang BST untuk Desa Boba I Kecamatan Golewa Selatan Kabupaten Ngada. Mereka ambil di Kantor POS Mataloko," ungkapnya.

Warga lainnya, Hendrikus Moi (46) mengatakan masyarakat lain yang seharus menjadi penerima terpaksa pasrah saja sampai ada bantuan dari pemerintah.

"Masyarakat sakit hati. Kenapa kita curiga karena masa keluarganya semua yang terima itu BST. Kami Selasa kemarin ke kantor desa. Tapi dia tidak ada Pjs Kepala Desanya," ungkapnya.

Warga lainnya Leonardus Kadju (51) mengatakan beberapa informasi yang diperoleh dari masyarakat bahwa yang tidak cocok dengan pjs Kepala Desa dan aparat Desa namanya dicoret dan tidak menerima bantuan.

"Kami dapat informasi dari masyarakat bahwa, yang tidak cocok dengan mereka. Namanya masyarakat itu dicoret. Pjs Kepala Desa Boba I namanya Yakobus Raga," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved