Salam Pos Kupang

Haruskah Pasar Ditutup?

MENINGGALNYA satu korban Covid-19 yang merupakan seorang pedagang di Pasar Inpres Naikoten menghentakkan warga Kota Kupang

Haruskah Pasar Ditutup?
Dok
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - MENINGGALNYA satu korban Covid-19 yang merupakan seorang pedagang di Pasar Inpres Naikoten menghentakkan warga Kota Kupang. Hal ini terjadi karena selama ini Kota Kupang dan NTT belum ada korban meninggal akibat Covid-19.

Selain adanya korban meninggal, jumlah penderita juga terus meningkat. Hingga Kamis (14/5) siang, jumlan penderita virus corona di NTT telah mencapai 39 orang. Hal inilah yang mestinya mendorong masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaannya dengan mengikuti protokol kesehatan yang telah disampaikan pemerintah selama ini.

Cegah Corona - Pemkab Sumba Timur Tidak Bosan Sampaikan Protokol Kesehatan kepada Masyarakat

Dengan meninggalnya korban Covid-19 yang merupakan transmisi lokal, maka hal ini semakin mencemaskan. Adanya transmisi lokal ini tentu membuat kita semua waspada, sebab kita tidak tahu apakah seseorang yang berinteraksi dengan kita sudah terinfeksi atau belum. Oleh karena itu, semua kita harus waspada dan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Guna mencegah terus meluasnya sebaran Covid-19 ini maka ada yang berpendapat agar agar dilakukan penutupan pasar selama 14 hari. Sebab menurut ahli Epidemologi di Undana, Dr. Pius Weraman, SKM. M. Kes, peredaran virus ini ada di alam bebas, terutama di tempat korban Covid-19 meninggal yaitu di tempat dia berjualan. Sehingga memungkinkan untuk dilakukan penutupan dalam waktu 14 hari. Hal yang seharusnya juga dilakukan di tempat tinggal almarhum.

Lawan Covid-19 dan Infodeminya di Provinsi NTT

Penutupan pasar dilakukan mengingat informasi yang diperoleh, bahwa selama ini korban hanya beraktivitas di pasar dan di rumah. Jadi dua hal ini yang seharusnya disterilkan sementara.

Ini wajar dilakukan, seperti di China tempat asal mula virus corona, penutupan pasar yang dinilai sebagai pandemi juga dilakukan. Penutupan ini hanya bersifat sementara, setidaknya 14 hari seperti masa karantina virus corona tersebut.

Bukan semua pasar, karena itu jelas-jelas akan mematikan perekonomian masyarakat. Tetapi hanya pasar tempat korban meninggal tersebut beraktivitas.

Selama ditutup sementara itu, pemerintah dan pihak berwenang hendaknya melakukan sterilisasi terhadap lokasi tersebut, termasuk mungkin penyemprotan desinfektan.

Selama proses penutupan tersebut pemerintah tentunya harus memberikan bantuan sosial kepada semua pedagang yang selama ini bekerja di Pasar Inpres Kota Kupang. Sebab, selama penutupan itu pula mereka tidak memperoleh penghasilan. Di sinilah tanggung jawab pemerintah harus dilakukan.

Kita yakin, semua orang akan mahfum dengan kondisi pandemi ini. Jika sosialisasi berjalan bagus, maka segala persoalan akan mudah teratasi, termasuk penutupan sementara tersebut. Bukankah selama ini mal-mal juga sudah ditutup?

Tapi ini sudah berjalan beberapa hari, pasar belum ditutup. Pemerintah Kota Kupang semestinya bekerja cepat secepat proses penularan Covid-19 ini. Jika kita terlambat maka korban yang ditimbulkan mungkin akan jauh lebih banyak. (*)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved