Kisah Pelajar di Nagekeo Cari Signal Kerjakan UAS Hingga Satu Kilo Meter

Sejumlah Pelajar asal Mauponggo Kecamatan Mauponggo Kabupaten Nagekeo terpaksa mencari signal di Tanjung Wolo Mauponggo Desa Wolotelu

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
Pos-Kupang.Com/Gordi Donofan
Suasana saat mengikuti ujian dan mengerjakan tugas di Tanjung Wolo Desa Wolotelu Kecamatan Mauponggo Kabupaten Nagekeo, Rabu (13/5/2020). 

"Sangat kesal. Tugas sudah banyak, baru sinyal hilang lagi," ungkap keduanya.

Warga Kesal

Warga Mauponggo, Lodi Raga Muga, mengatakan, sebagian warga pelanggan telkomsel sangat kesal.

Lodi mengaku hampir 24 jam signal di Mauponggo dan sekitarnya putus total.

"Akhirnya banyak yang harus pergi ke tanjung untuk mencari sinyal, lebih banyak anak sekolah yang pusing harus mencari sinyal, karena harus mengerjakan tugas dan mengirimkannya secara online," ungkap Lodi.

Ia mengatakan semua pengguna telkomsel sangat kecewa karena kesulitan untuk mengakses jaringan.

"Terkait dengan kendala sinyal ini, kami merasa sangat kesulitan dan kecewa, karena banyak kerjaan akirnya tertunda. Saya tadi harus jauh-jauh ke Maukeli hanya untuk beli pulsa listrik, karena transaksi penjualan pulsa listrik menggunakan jaringan telepon," ungkapnya.

Ia mengatakan jaringan hilang ditengah pandemi Covid-19 ini sangat mengganggu aktivitas.

"Jaringan hilang sangat menyiksa. Karena saat pandemi ini, kita gunakan media handphone untuk pembelajaran bersama peserta didik," ungkapnya.

Ia meminta agar pihak terkait untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan agar masyarakat tidak dikecewakan.

"Kita harapkan pihak Telkomsel supaya bisa lebih cepat menyikapi masalah ini. Jangan biarkan sampai 24 jam lebih," ungkapnya.

Ia mengaku saat ini kondisi jaringan sudah normal kembali dan berharap jaringan tidak putus total lagi.

Beri Motivasi

Anggota Mapolsek Mauponggo, Bripka Yakob B. Wungbele, yang kebetulan melintas menyambangi anak-anak tersebut dan memberikan motivasi kepada mereka agar tidak boleh putus asa.

Pria yang akrab disapa Jek ini memberikan motivasi dan dorongan agar tetap semangat untuk mengikuti UAS hingga selesai.

Ia mengaku prihatin dengan kondisi seperti itu. Apalagi siang itu suhu udara sangat menyengat kulit dan pelajar tersebut tetap bertahan untuk mengerjakan tugas sekolah. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved