News
Enak Benar, Warga yang punya Mobil di TTS dapat BST, Sontak Warga Berang, Protes, Ini yang Terjadi
Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi warga kurang mampu terdampak Covid 19 di kantor pos Kelurahan Niki-Niki mulai disalurkan, Jumat (8/5).
Penulis: Dion Kota | Editor: Benny Dasman
Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Dion Kota
POS KUPANG, COM, SOE -Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi warga kurang mampu terdampak Covid 19 di kantor pos Kelurahan Niki-Niki mulai disalurkan, Jumat (8/5).
Sayangnya, launching awal penyaluran BST ini menuai protes dari masyarakat setempat.
Ternyata, banyak masyarakat kurang mampu di kelurahan Niki-Niki yang tidak terdata sebagai penerima BST. Namun warga yang tergolong mampu, justru menikmati BST yang bersumber dari APBN.
Salah satu warga kurang mampu di Kelurahan Niki-Niki, Wendi Hauoni, memprotes hal tersebut. Ia menyebutkan, BST justru dinikmati warga mampu yang memiliki mobil.
Sedangkan warga yang benar-benar tidak mampu justru tidak terdata sebagai penerima bantuan.
"Pemerintah bilang BST ini untuk warga yang tidak mampu, tetapi kenyataannya, orang kaya juga dapat BST. Kami yang benar-benar miskin malah tidak terdata sebagai penerima bantuan," protesnya.
Tokoh Pemuda Niki-Niki, Yos Nenobais ikut angkat bicara terkait adanya warga tidak mampu yang tidak terdata sebagai penerima BST.
Nenobais meminta kepada pemerintah untuk melakukan pendataan ulang soal nama-nama penerima BST di Kabupaten TTS sehingga penyaluran BST benar-benar tepat sasaran.
"Penyaluran BST hari ini banyak yang salah alamat karena banyak warga mampu mendapatkan bantuan. Warga yang benar-benar miskin justru tidak terdata. Kita meminta agar dilakukan pendataan ulang sehingga bantuan bisa tepat sasaran. Saya berharap masyarakat mampu yang menerima BST hari ini bisa mengembalikannya sehingga bisa diberikan kepada warga yang membutuhkan," pintanya.
Lurah Niki-Niki, Feti Nope mengaku, dirinya tidak tahu terkait data penerima BST di kelurahan Niki-Niki.
Pasalnya, proses pendataan tidak melibatkan pihak pemerintah kelurahan.
Dirinya membenarkan adanya warga kurang mampu di kelurahan Niki-Niki yang tidak terdaftar sebagai penerima BST namun warga mampu justru terdaftar sebagai penerima bantuan.
Ia berharap ada evaluasi terhadap data penerima BST sehingga penyaluran BST bisa tetap sasaran.
" Ini penyebab dari proses pendataan tidak melibatkan kelurahan. Kalau melibatkan kita, pasti kita akan melakukan pendataan dari tingkat RT. Tapi ini kita tidak tahu dan tidak dilibatkan," terangnya.
Untuk diketahui, tiap KK penerima BST mendapatkan bantuan uang tunai senilai Rp600 ribu. BST yang disalurkan hari ini untuk periode bulan April 2020. *