Salam Pos Kupang

Ancaman Kelaparan di Tengah Wabah Covid-19

PERKEMBANGAN penanganan pandemi Covid-19 secara nasional maupun global belum menunjukkan kemajuan berarti

Ancaman Kelaparan di Tengah Wabah Covid-19
Dok
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - PERKEMBANGAN penanganan pandemi Covid-19 secara nasional maupun global belum menunjukkan kemajuan berarti. Data secara nasional menunjukkan peningkatan kasus. Jika hari sebelumnya terdapat 12.438 kasus maka data per hari ini menujukkan penambahan 338 kasus, sehingga total secara nasional menjadi 12.778 kasus. Sekalipun terdapat 930 orang pasien Corona meninggal namun jumlah pasien yang sembuh terus mengalami peningkatan signifikan. Terdapat 2.381 pasien yang dilaporkan sembuh.

Sementara di NTT terjadi perkembangan yang mengkuatirkan. Ada kenaikan yang signifikan dari satu kasus menjadi 12 kasus positif dan satu orang dilaporkan sembuh.

Namun demikian yang mencemaskan kita bukan hanya persoalan Covid-19 itu sendiri. Ternyata dampak ikutannya amat mengerikan. Ancaman kelaparan sedang mengintai.

Hari Ini, Bupati Raymumdus Sau Fernandes Diperiksa Penyidik Polres TTU

Tanda-tandanya amat jelas. Stagnasi perkembangan perekonomian baik secara nasional maupun lokal akibat virus corona telah menimbulkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masal.

Kementerian Ketenagakerjaan RI mencatat, terdapat lebih dari dua juta tenaga kerja yang terkena aksi PHK akibat pandemi Covid-19.

Warga Suai Dapat Masker Gratis dari Pemerintah Desa

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan per 20 April 2020, tercatat sebanyak 84.926 perusahaan telah merumahkan para pekerjanya.

Bahaya ikutan setelah gelombang PHK masal adalah menurunnya daya beli terutama kemampuan membeli sembako. Apalagi, perusahaan yang mem-PHK karyawannya tidak dibebani dengan kewajiban untuk membayar pesangon.

Tanda-tanda ancaman kelaparan juga sudah terlihat di NTT. Warga Desa Woedoa, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, sudah satu bulan terpaksa mencari umbi-umbian hutan karena tidak mampu membeli beras ataupun jagung.

Sementara warga Desa Rowa, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo berkurang pendapatan ekonomi sejak pandemi Covid-19 berkecamuk.

Akses pasar yang ditutup menyebabkan mereka tidak bisa lagi menjual komoditi. Akibatnya mereka tidak sanggup membeli bahan pangan.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved