Corona di TTU

Satu ODP di TTU Meninggal Dunia, Ini Kronologinya!

Satu ODP covid-19 di TTU dilaporkan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis di Rusunawa BTN, dan di RSUD Kefamenanu

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA
Para petugas menggotong peti jenazah Krisantus Neonuf untuk dimakamkan sesuai protokol covid-19 di Desa Unini, Senin (4/5/2020). 

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Satu ODP covid-19 di Kabupaten Timor Tengah Utara ( TTU) dilaporkan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis di Rusunawa BTN, dan di RSUD Kefamenanu.

ODP yang diketahui bernama Krisantus Neonuf, dari Desa Unini, Kecamatan Insana Barat tersebut meninggal dunia di kampungnya pada, Minggu (3/5/2020).

Karena berstatus ODP, jenazah almarhum dimakamkan sesuai protokol kesehatan covid-19 yang dianjurkan oleh pemerintah.

Harga Ayam Stabil, Namun Pedagang di Labuan Bajo Keluhkan Sepi Pembeli

Koordinator Humas Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten TTU, Kristoforus Ukat mengatakan hal itu kepada Pos Kupang melalui pesan singkat WhatsApp, Senin (4/5/2020).

Kristoforus mengungkapkan, almarhum merupakan seorang pelaku perjalanan dari Bali pada tanggal 1 April 2020 lalu.

Gugus Tugas Covid-19 Ende Rapid Tes Keluarga Klaster Gowa

Karena baru saja pulang dari daerah terjangkit, almarhum lalu dirawat di Rusunawa BTN sejak tanggal 9-11 April 2020.

Setelah sempat mendapatkan perawatan di Rusunawa, perawatan terhadap almarhum dillanjutkan di ruang Isolasi RSUD Kefamenanu, karena almarhum memiliki riwayat penyakit lain.

Kristoforus mengatakan, perawatan terhadap almarhum di ruang isolasi RSUD Kefamenanu dijalani sampai pada tanggal 24 April 2020.

Selanjutnya, ungkap Kristoforus, pada hari yang sama, almarhum keluar dari RSUD Kefamenanu ke kampung halamannya, karena kata dokter kondisi almarhum sudah mulai membaik.

Kepada almarhum, jelas Kristoforus, para petugas medis menyarankan agar almarhum tetap dikaratina, secara mandiri di rumahnya.

"Namun sayang pada 3 Mei kemarin dia meninggal dunia di rumah orangtuanya di Mamsena. Dia sempat jalani rapid test dua kali dan hasilnya negatif. Jenazahnya dimakamkan pada tanggal 4 Mei sesuai protokol kesehatan covid-19," pungkasnya.

Kristoforus menambahkan, sebelum almarhum keluar dari RSUD Kefamenanu, pada tanggal 23 April, petugas medis sempat mengambil Swab dan langsung di kirim ke Kupang. Namun sayang, sampai sekarang hasil swab dari almarhum belum ada. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved