Corona di NTT
VIDEO - 'Kami Mbeo Latu Corona Tapi Kami Mo Ngere Emba Walo' Jeritan Mama-mama Pedagang di Pasar
VIDEO - 'Kami Mbeo Latu Corona Tapi Kami Mo Ngere Emba Walo' Jeritan Mama-mama Pedagang di Pasar Ende
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Jhony Simon Lena
VIDEO - 'Kami Mbeo Latu Corona Tapi Kami Mo Ngere Emba Walo' Jeritan Mama-mama Pedagang di Pasar Ende
POS-KUPANG.COM | KUPANG - VIDEO - 'Kami Mbeo Latu Corona Tapi Kami Mo Ngere Emba Walo' Jeritan Mama-mama Pedagang di Pasar Ende.
Dampak dari masifnya penyebaran virus corona di Tanah Air mulai dirasakan oleh para pedagang di Pasar Wolowona, Kabupaten Ende NTT.
Para pedagang mengeluh lantaran pendapatan mereka menurun drastis seiring dengan mewabahnya virus corona di Tanah Air.
• VIDEO - Bupati Tahun Gratiskan Tiga Bulan Retribusi Harian, Sewa Kios Hanya Bayar 25 Persen
• VIDEO - DPD II Golkar TTU Beri Bantuan APD dan Makanan Tambahan Bagi Balita serta Ibu Hamil
• VIDEO - Update Corona NTT : 13 Warga asal Mabar Positif Covid-19 Berdasarkan Rapid Tes.
Di tengah kegalauan para pedagang Pemda Ende terus mengimbau masyarakat agar membatasi pergerakan di luar dan menjaga jarak (social dan physical distancing) sebagai langkah preventif untuk mencegah penyebaran virus corona.
Namun, pasar yang terletak di ujung Timur Kota Ende tepatnya di jalan jurusan Ende - Maumere ini tetap ramai.
Para pedagang tetap berjualan seperti biasa, para tukang ojek tampak mangkal berkelompok di sejumlah titik tanpa mengenakan masker.
Imbauan social dan physical distancing dari Pemda Ende untuk mencegah penyebaran virus corona, nampaknya tidak diindahkan.
Pasar Wolowona merupakan salah satu Pasar Tradisional di Kabupaten Ende yang ramai dikunjungi. Di pasar ini mayoritas pedagang kaum ibu.
Mereka menjual berbagai kebutuhan pokok seperti sayur, ubi, pisang, beras dan sebagainya. Sebagian kecil kaum bapa dan anak muda menjual ikan segar.
Pantauan POS-KUPANG.COM, Kamis (16/4/2020), Pasar Wolowona sangat ramai, bahkan para pedagang berjualan hingga ke pinggir jalan.
Seorang ibu bernama Verositas Teodita tampak emosional ketika ditemui sejumlah wartawan. "Kalian ini siapa dan dari mana," tanya Verositas.
"Kami mbeo latu corona tapi kami mo ngere emba walo (kami tau ada Corona tapi kami mau bagaimana lagi)," ungkap Yosita dalam bahasa Ende. Suara lantang membuat para pedagang, tukang ojek dan pengunjung mendekat dan berdiri di sekitar.
Warga Desa Noemuri ini, mengaku pendapatanmya menurun drastis. "Dulu sebelum Corona datang dari kampung dagangan saya kentang, sayur, ubi laku cepat, orang langsung ambil, sekarang duduk berjam-jam tidak laku-laku. Bukan cuman saya orang lain " ungkapnya.
Dia berharap kendati pendapatannya menurun, Pemda Ende jangan sampai menutup pasar. "Kami go peti are? (bagaimana kami mau beli beras) bayar utang, biayai sekolah dan kebutuhan rumah tangga," keluh Verositas.