YYP Harus Bayar Rp 605 Ribu Hendak Rapid Test di Rumah Sakit
Salah satu calon pasien yang memeriksakan diri ke Rumah Sakit Siloam Kupang menyampaikan kekecewaannya karena mendapati biaya pemeriksaan
Terkait pemeriksaan rapid test, DPRD NTT berharap Pemprov NTT memberi anggaran kepada rumah sakit (RS) swasta dalam mendukung pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Anggaran itu terutama untuk pelaksamaam skrining atau rapid test.
"Sebagai anggota DPRD Provinsi NTT saya berharap pemerintah memberikan anggaran yang sudah direncanakan untuk didistribusikan kepada rumah sakit swasta maupun negeri. Karena rumah sakit merupakan tempatnya masyarakat untuk mengecek dirinya untuk mencegah penyebaran Covid -19," kata Sekretaris Komisi V DPRD NTT, Yohanes Rumat, Rabu (15/4.
Apalagi, lanjutnya yang dilakukan masyarakat adalah untuk mengecek atau mendeteksi diri untuk mencegah penyebaran Covid-19. Rapid test merupakan peralatan kebutuhan dasar yang menggunakan anggaran negara karena keadaan luar biasa atau virus corona yang melanda dunia dan NTT khususnya.
"Kalau ada rumah sakit yang memberlakukan pembayaran pada saat masyarakat mengecek diri, saya kira pemerintah salah mengatur dan memberi petunjuk pada rumah sakit yang ada di NTT," ujarnya. (cr3/hh/pet/din/rob/cr1/yel)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/update-corona-di-sikka-sore-ini-pasutri-asal-sikka-komunikasi-dengan-ea-jalani-rapid-test.jpg)