YYP Harus Bayar Rp 605 Ribu Hendak Rapid Test di Rumah Sakit
Salah satu calon pasien yang memeriksakan diri ke Rumah Sakit Siloam Kupang menyampaikan kekecewaannya karena mendapati biaya pemeriksaan
"Jadi kalau pelaku perjalanan memang misalnya untuk pemeriksaan medik seperti dirontgen dan sebagainya memang seperti pasien umum lainnya," ujar dr Hans.
Ia menjelaskan, pihaknya selalu melaksanakan tindakan medik sesuai pedoman yang sudah digariskan Kemenkes RI. Hal tersebut dilakukan karena di rumah sakit berjaringan tersebut, juga mendapatkan bantuan peralatan khusus untuk pencegahan dan penanggulangan Corona termasuk alat rapid test.
Ia mengaku, karena keterbatasan fasilitas rapid test yang diberikan pihak pemerintah maka pihaknya melakukan kebijakan pemeriksaan sesuai indikasi.
"Karena kita didrop (peralatan test) dari pemerintah. Dapat rapid test dan lain lain dari dinas juga terbatas. Jadi penggunaannya pun harus sesuai indikasi. Kalau pelaku perjalanan memang pemeriksaan rapid test tidak diprioritaskan karena keterbatasan, kalau mau periksa lainnya maka seperti pasien pada umumnya," jelas dr Hans.
Namun demikian ia menegaskan, untuk kategori orang dalam pemantauan atau orang yang berkontak langsung dengan orang yang konfirmasi positif Corona, pemeriksaan rapid test tidak berbayar.
Juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan pencegahan penularan virus corona tingkat Kabupaten Sumba Barat yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat, drg.Bonar B.Sinaga mengatakan, saat ini, telah tersedia 880 rapid test dimana 80 sudah diterima Dinas Kesehatan Sumba Barat. Sedangkan 800 lainnya baru tiba sore tadi di Bandara Tambolaka, SBD, Selasa (13/4) dan dipastikan Rabu (14/4) tiba di Sumba Barat.
Dijelaskan, peralatan rapid test itu diprioritaskan pemeriksaan terhadap orang dalam pemantuan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang tanpa gejala (OTG). Pemeriksaan secara gratis. Hingga Selasa (13/4) sudah 30 alat rapid test yang terpakai termasuk digunakan memeriksa salah seorang pasien dalam pengawasan (PDP) rujukan dari Kabupaten Sumba Barat Daya.
Menurutnya, sampai saat ini, belum ada masyarakat yang berinisiatif datang meminta pemeriksaan rapid tes guna mengetahui tertular atau tidak tertular virus corona. Bila ada masyarakat datang, pasti tim kesehatan siap melayaninya. Hanya saja, saat ini tim kesehatan memprioritaskan pemeriksaan rapid test terhadap ODP, OTG dan PDP. Hingga saat ini orang dalam pengawasan (ODP) di Sumba Barat bertambah menjadi 15 orang dari sebelumnya 14 orang.
Direktur RSU Naibonat, dr. Erol Nenobais dan Juru Bicara Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Kupang, Thom Sonbai di Oelamasi, Selasa (14/4) menjelaskan, pihak Rumah Sakit Naibonat sudah menyiap alat rapid test.
Setiap pasien yang mengalami sakit akan dijemput mobil ambulans di rumah dan dilakukan rapid test di rumah sakit. Rapid test tidak bisa dilakukan secara massal dan dilakukan pada pasien yang mengalami sakit dan tidak dipungut biaya.
Erol Nenobais menjelaskan, sejak adanya virus corona, pihaknya telah menyiapkan ruangan isolasi dan peralatan rapid test bagi pasien yang mengalami sakit.
"Jadi kalau ada warga yang tiba-tiba mengalami sakit, saya anjurkan segera sampaikan ke petugas kesehatan untuk kita test dengan rapid test itu," ujar Erol.
Thom Sonbai menjelaskan, tim medis terus melakukan pemantauan 1 x 24 jam dengan berkoordinasi bersama kepala desa, lurah, aparat Polri dan TNI untuk mendapatkan informasi manakala ada warga yang sakit.
"Kita siagakan mobil ambulans setiap jam. Kalau ada yang sakit maka tim jemput di rumah dan bawa ke rumah sakit untuk menjalani rapid test. Saya tegaskan dalam rapid test tidak ada dipungut biaya apapun," tegas Kepala Dinas Infokom Kupang ini.
Pengadaan Ribuan Rapid Test
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, dr. Irene Atte mengatakan, alat rapid test hanya tersedia di RSUD Soe, sedangkan di puskesmas tidak tersedia. Pihak RSUD mendapatkan alat Rapid Tes dari Pemprov NTT sebanyak 80 unit pada Maret lalu. Saat ini sebagian alat Rapid Tes sudah digunakan dan hanya tersedia sekitar 60-an unit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/update-corona-di-sikka-sore-ini-pasutri-asal-sikka-komunikasi-dengan-ea-jalani-rapid-test.jpg)