Rabu, 27 Mei 2026

YYP Harus Bayar Rp 605 Ribu Hendak Rapid Test di Rumah Sakit

Salah satu calon pasien yang memeriksakan diri ke Rumah Sakit Siloam Kupang menyampaikan kekecewaannya karena mendapati biaya pemeriksaan

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/EGINIUS MO'A
Petugas media Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka, Sabtu (11/4/2020) melakukan rapid test terhadap eks penumpang KM Lambelu dikarantina di Gedung SCC, Kota Maumere, Pulau Flores. 

Karena jumlah alat rapid test yang ada saat ini tidak sesuai kebutuhan Pemda TTS, maka Dinas Kesehatan telah mengajukan permintaan kepada Kementerian Kesehatan.
"Kita sudah ajukan permintaan ke Kementerian Kesehatan untuk tambahan alat rapid test sekitar ribuan yang kita minta," ujarnya.

Karena jumlah alat rapid test terbatas lanjut Irene, orang yang dilakukan rapid test hanya yang dicurigai terjangkit virus Corona. Sedangkan untuk masyarakat umum belum dilayani.

Hingga 14 April kata Irene, jumlah ODP di Kabupaten TTS sebanyak 76 orang, PDP 1, pelaku perjalanan 897, OTG 3 orang. Dari tiga OTG yang dilakukan rapid test, dua dinyatakan negatif sedangkan satu positif. Oleh sebab itu, OTG tersebut telah dilakukan swab tes, dimana cairan tenggorokannya telah dikirim ke Propinsi NTT. Untuk hasilnya sendiri masih harus menunggu hasil lab sekitar satu atau Minggu ke depan.

"Ada satu OTG yang hasil rapid test nya memang positif tapi belum berarti sudah corona. Masih harus dilakukan swab tes untuk mengetahui kepastian apakah positif corona atau tidak," pungkasnya.

Dari Manggarai dilaporkan, di Kabupaten Manggarai hingga saat ini sudah tersedia 100 lebih rapid test.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai Lodovikus D. Moa menjelaskan, karena persediahan rapid test masih terbatas, sehingga untuk sementara fokus digunakan untuk para tenaga medis yang menangani pasien yang diduga/terindikasi covid-19. Juga bagi para petugas Tim Gugus

Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang melakukan pengukuran suhu tubuh warga.

Lodovikus menjelaskan, terkait keterbatasan rapid test itu, rencananya Pemkab akan melakukan pengadaan sebanyak 3.000 atau 4.000 rapid test untuk tes masal masyarakat.

"Karena 1 orang itu kan harus 2 rapid test sehingga persediaan rapid test kita cukup terbatas. Makanya kita utamakan dulu keselamatan petugas medis dan juga petugas tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Kita akan adakan penambahan lagi rencananya 3 atau 4 ribu rapid test untuk tes massal," jelas Lodovikus.

Meskipun demikian, jelas Lodovikus, rapid tes yang rencananya akan diadakan itu juga bukan untuk semua masyarakat yang baru tiba dari luar daerah atau daerah terpapar virus corona, namun hanya bagi warga yang dikarantina setelah melewati masa pemeriksaan kesehatan berupasuhu tubuh tinggi dan memiliki gejala batuk pilek atau terindikasi gejala covid-19.

"Jadi kita harus screening test dulu kalau ada yang terindikasi untuk dikarantina baru kita test gunakan rapid test kalau tidak tidak cukup. Apalagi tempat karantina di Gedung Wisma Atlet Golo Dukal juga tidak bisa menampung hingga ribuan hanya bisa menampung sekitar 100 sampai 150 orang saja," jelas Lodovikus.

Pemeriksaan awal Covid-19 menggunakan rapid tes diberikan secara gratis oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang. Namun, tidak semua masyarakat bisa mendapatkan pemeriksaan tersebut.

Direktur RSUD S. K. Lerik Kota Kupang, dr. Marsiana Halek menegaskan, pihaknya telah membuka poli Covid-19 di rumah sakit tersebut setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu mulai pukul 09.00 hingga 11.00 Wita.

"Pasien yang mau diperiksa harus mendaftar secara daring. Rumah sakit akan melayani pasien yang memiliki indikasi," katanya.

Adapun alur Poli Covid-19 adalah sebagai berikut, masyarakat mendaftar melalui nomor hotline rumah sakit di 082145015204. Jika ada indikasi, maka akan dilakukan penjadwalan daring (online). Selanjutnya akan melakukan skrinning di poli covid-19, anamnesa, dan PF. Perlakuan selanjutnya akan ditentukan berdasarkan hasil skrinning tersebut.

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved