Selasa, 28 April 2026

Hotel di Labuan Bajo Tutup, Ini Komentar Ketua PHRI Cabang Manggarai Barat

sehingga harapan dapat diisi identitas pekerja, nomor KTP, sehingga dapat dikirim ke Kementerian Pariwisata di Jakarta melalui BOP

Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
Dokumentasi pribadi Silvester Wanggel untuk POS-KUPANG.COM
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Cabang Manggarai Barat (Mabar), Silvester Wanggel 

Hotel di Labuan Bajo Tutup, Ini Komentar Ketua PHRI Cabang Manggarai Barat

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Sejumlah hotel di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat memilih untuk menutup hotel pasca merebaknya wabah virus Corona (Covid-19).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Cabang Manggarai Barat (Mabar), Silvester Wanggel mengatakan, manajemen hotel mengambil kebijakan itu karena khawatir terinfeksi virus Corona (Covid-19)

"Pihak menajemen hotel juga takut juga jika wabah ini bisa mempengaruhi karyawannya," katanya saat dihubungi per telepon Sabtu (4/4/2020) malam.

Dampak dari penutupan usaha jasa itu, sejumlah pekerja hotel dirumahkan manajemen hotel.

"Ada beberapa hotel yang karyawannya cuti, sambil menanti kondisi wabah ini berakhir," paparnya.

Diakuinya, merebaknya wabah virus Corona sangat mempengaruhi geliat pariwisata di Labuan Bajo, walaupun dalam bulan ini merupakan bulan yang dikatakan sepi pengunjung (tamu).

"Mudah-mudahan sesuai ramalan para ahli, wabah ini dapat berakhir di bulan Mei atau Juni sehingga aktivitas pariwasata dapat ramai, sehingga demikian kehilangan pendapatan hotel dan restoran dapat bangkit kembali lagi," paparnya.

Menurutnya, hingga saat ini tidak ada PHK kepada pekerja hotel, yang terjadi adalah cuti tanpa bayar atau para pekerja dirumahkan dan akan dipanggil untuk bekerja kembali saat masalah virus Corona telah usai.

Namun demikian, beberapa hotel masih beroperasi dan mempekerjakan karyawan untuk melakukan aktivitas seperti pembersihan lingkungan dan penyemprotan disinfektan serta pemeliharaan hotel.

Wabah virus Corona merupakan masalah global dan dinilai berdampak secara ekonomi dan yang paling berdampak salah satunya industri jasa seperti hotel dan pariwisata.

Hal itu dikarenakan tidak ada mobilitas orang dari satu negara ke negara lain karena beberapa negara menerapkan lockdown.

Pengusaha hotel dan restoran, kata Silvester, juga berharap ada perhatian dari pemerintah karena ditengah merebaknya Covid-19 dan usahanya yang tidak jalan, di sisi lain abodemen listrik dan air tetap jalan.

Lebih lanjut, PHRI Pusat, lanjut Silvester, juga telah menyampaikan ke pemerintah pusat terkait kondisi yang terjadi akibat pendemi Covid-19.

Namun, berdasarkan informasi yang didapatkan dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) meminta PHRI dan Badan Otoritas Pariwisata (BOP) Labuan Bajo untuk mendata karyawan yang dirumahkan sehingga ada keringanan atau stimulus bagi pekerja hotel dan restoran.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved