VIDEO: Komisi V DPRD NTT Sidak RSUD Johannes Kupang

VIDEO: Komisi V DPRD NTT Sidak RSUD Johannes Kupang, Sidak ini juga sekaligus memantau beberapa ruang pelayanan di rumah sakit itu.

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Jhony Simon Lena

VIDEO: Komisi V DPRD NTT Sidak RSUD Johannes Kupang

POS-KUPANG.COM | KUPANG - VIDEO: Komisi V DPRD NTT Sidak RSUD Johannes Kupang

Komisi V DPRD NTT melakukan inspeksi mendadak (sidak) di RSUD Johannes Kupang NTT. Sidak ini juga sekaligus memantau beberapa ruang pelayanan di rumah sakit itu. Sidak ini berlangsung Jumat (13/3/2020).

Sidak dipimpin Ketua Komisi V DPRD NTT, Yunus Takandewa dan dua wakil ketua, yakni H. Ir. M. Ansor dan Kristien Samiyati Pati. Hadir pula anggota Komisi V, Yeni Veronika, Ana Waha Kolin, Yan Windy dan Gonzalo.

VIDEO Harga Emas Hari Ini, Selasa 22 Maret 2020, Emas Batangan Antam Anjlok Jadi Rp 801.000 per Gram

VIDEO: Antisipasi Corona, Jumlah Petugas Kesehatan Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende NTT Terbatas

VIDEO: Angkut Wisatawan Asing, Kapal Wisata Bulan Baru Ditolak Bersandar di Pelra Waingapu NTT

Beberapa ruang yang dikunjungi yakni ruang pelayanan Kemoterapi, operasi, Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan IGD.

Di ruang pelayanan Kemoterapi, Komisi V DPRD NTT, juga mendapat informasi bahwa ada jenis obat yang tidak ada sehingga pelayanan pasien sempat terhambat.

Komisi V DPRD NTT juga meminta agar manajemen rumah sakit harus berupaya agar stok obat-obatan selalu tersedia sehingga tidak mengganggu pelayanan.

Mereka juga sempat berdialog dengan dokter Onkologi, dr. Laurens Paulus sebelum meninggalkan RSUD Johannes Kupang NTT.

Di ruang NICU, Komisi V DPRD NTT menemukan salah satu ruangan yang mengalami kerusakan, yakni rembesan air dari AC.

Komisi V DPRD NTT, meminta agar manajemen rumah sakit segera memperbaiki kerusakan itu, agar ruangan itu bisa dimanfaatkan.

Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Kristien Samiyati Pati sempat memantau dari dekat beberapa bayi yang ada di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU).

Bayi yang ada di ruang itu adalah bayi yang lahir prematur dan memerlukan perawatan khusus.

Saat berada di RSUD Johannes Kupang, Komisi V DPRD NTT didampingi Wadir Pelayanan, dr. Stef, Kabid Penunjang Pelayanan, Theresia Rani, Kepala Farmasi, Siti dan sejumlah pejabat lainnya.

Saat itu para anggota Komisi V DPRD NTT, ini hendak masuk ke ruang operasi, namun karena untuk masuk ke dalam ruangan harus menggunakan pakaian laboratorium, maka mereka hanya berdiri beberapa menit di depan ruang operasi.

Wadir Pelayanan RSUD Johannes Kupang NTT, dr. Stef mengaku, khusus di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) ada sedikit rembesan dari AC.

"Kerusakan ini memang masih diupayakan untuk diperbaiki, karena teknisi di rumah sakit itu belum memiliki pengalaman untuk memperbaiki AC tersebut. Teman-teman dari bidang penunjang pelayanan sedang berupaya untuk memperbaiki," kata Stef.

Dikatakan, meski dengan kondisi itu, namun rumah sakit masih tetap memberikan pelayanan terhadap masyarakat.

"Kapasitas di Neonatal Intensive Care Unit (NICU), 21 orang, beberapa waktu lalu overload hingga 26 orang, tapi kita masih bisa tampung," katanya. Jumat, 13 Maret 2020 (POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Tonton, Like, Share, Subscribe Youtube Channel POS-KUPANG.COM

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved