VIDEO: Angkut Wisatawan Asing, Kapal Wisata Bulan Baru Ditolak Bersandar di Pelra Waingapu NTT

VIDEO: Angkut Wisatawan Asing, Kapal Wisata Bulan Baru Ditolak Bersandar di Pelra Waingapu NTT

Penulis: Robert Ropo | Editor: Jhony Simon Lena

VIDEO: Angkut Wisatawan Asing, Kapal Wisata Bulan Baru Ditolak Bersandar di Pelra Waingapu NTT

POS-KUPANG. COM | WAINGAPU - VIDEO: Angkut Wisatawan Asing, Kapal Wisata Bulan Baru Ditolak Bersandar di Pelra Waingapu.

Kapal wisata Bulan Baru berbendera Indonesia yang memuat belasan warga negara asing (WNA), 1 orang guide dan crew kapal ditolak untuk bersandar di Pelabuhan Rakyat (Pelra) Waingapu Kabupaten Sumba Timur NTT, Sabtu (14/3/2020) siang.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Waingapu, Kabupaten Sumba Timur NTT , Anis Kumanireng SH.MH kepada wartawan di Pelra Waingapu mengatakan, pihak KSOP bersama Karantina Kesehatan Pelabuhan Laut Waingapu, dan KP3 Laut Waingapu sepakat menolak memberikan ijin kepada Kapal Wisata Bulan Baru untuk bersandar di Pelra Waingapu.

VIDEO: Masuk RS Siloam Labuan Bajo NTT Wajib Screening

VIDEO Live Streaming Vidio.com Persib Bandung vs PSS Sleman Liga 1 2020, Minggu 15/3 Jam 18.30 WIB

VIDEO: Bandara El Tari Kupang Siap Ruang Isolasi Bagi Suspek Covid-19

Kapal ini membawa belasan wisatawan asing, satu orang guide dan crew kapal.

Anis didampingi dokter Karantina Kesehatan Pelabuhan Laut Waingapu, dr. Hindarti A. Handayani, Kapolsek Kota Waingapu, Ipda. Djafar Alkatiri, dan KP3 Laut Waingapu mengatakan, penolakan untuk menurunkan para wisatawan asing dengan seorang guide ke daratan dilakukan atas instruksi Bupati Sumba Timur NTT.

Instruksi ini merupakan hasil rapat bersama, Minggu (8/3/2020) sore lalu untuk menutup semua akses masuk wisatawan asing ke wilayah Kabupaten Sumba Timur NTT, sebagai bagian dari mengantisipasi masuknya Virus Corona (Covid-19) ke wilayah Kabupaten Sumba Timur NTT.

"Intinya ini bagian dari kita mengamankan instruksi pak bupati, yang diambil dalam rapat bersama semua unsur terkait hari Minggu (8/3/2020) sore lalu. Kita menjalankan keputusan itu bahwa semua kapal-kapal yang mengangkut WNA untuk sementara tidak diterima dulu,"tegas Anis.

Dikatakan Anis, sebenarnya sesuai dengan instruksi Bupati Sumba Timur NTT, tersebut, kapal ini juga tidak boleh diijinkan untuk berlabuh di Pelra Waingapu.

Namun karena informasi awal ada permintaan dari kapal bahwa kapalnya kehabisan bahan bakar dan logistik lainnya, sehingga diijinkan berlabuh untuk dilayani kebutuhan logistik dan bahan bakar tersebut.

VIDEO: Mengintip Obyek Wisata Primadona Batu Payung Beach di Desa Baopana Lembata

VIDEO: TB Gramedia Kupang Basar Murah di Kantor Gubernur NTT

VIDEO : Bupati Belu Willy Lay Beri Penguatan Bagi Pasien deman berdarah dengue (DBD) dan Keluarga

"Karena mereka butuh bahan bakar minyak dan logistik seperti bahan makanan dan lainnya, sehingga karena alasan kemanusiaan, kita ijinkan mereka berlabuh, tetapi tidak langsung sandar kapal itu lepas jangkar hanya di dekat pelabuhan untuk kita bantu kebutuhan mereka itu," jelasnya.

Mengenai nasib kapal tersebut, Kata Anis, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan agen nya agar mengetahui tujuan berlayar kembalinya kapal ini untuk diterbitkan surat ijin berlayar.

"Karena mereka sudah berlabuh, jadi kita akan berkoordinasi dengan agen mereka, agar nantinya diterbitkan surat ijin berlayar ke pelabuhan tujuan mereka dimana nantinya,"jelas Anis.

Dokter Karantina Kesehatan Pelabuhan Laut Waingapu, dr. Hindarti A. Handayani menambahkan, pihaknya tidak melakukan pemeriksaan kepada para penumpang dan awak kapal yang ada. Namun hanya menyampaikan informasi mengenai instruksi bupati yang melarang masuknya warga negara asing ke Sumba Timur selama wabah Covid-19 masih terjadi.

"Kita tidak melakukan pemeriksaan, karena instruksi bupati jelas tidak boleh terima warga negara asing untuk sementara, jadi reaksi mereka atas informasi ini sepertinya kurang menerima.

Tetapi kita tetap menolak mereka turun, karena selain instruksi bupati juga biaya perawatan satu orang pasien Virus Corona (Covid-19) yang sangat mahal dan Sumba Timur juga tidak siap secara peralatan untuk penanganannya," jelas dr. Hindarti.

Ketua DPRD Kabupaten Sumba Timur NTT, Ali Oemar Fadaq yang ikut memantau keberadaan kapal tersebut di Pelra Waingapu menegaskan, pihak DPRD sangat mendukung keputusan yang sudah diambil bupati Sumba Timur untuk tidak menerima wisatawan asing masuk ke Sumba Timur NTT saat ini.

Karena menurutnya lebih penting memastikan kesehatan warga Sumba Timur, dibandingkan manfaat dari masuknya wisatawan asing saat ini.

"Intinya kita dukung saja sikapnya Pemda sesuai keputusan rapat bersama untuk tidak mau kontak badan dengan mereka untuk sementara. Ini tujuannya untuk mencegah wabah virus ini bagi masyarakat di Sumba Timur NTTdari pada mendapat keuntungan dari kunjungan wisatawan,"pungkas Ali Fadaq.

Agen Kapal, Henky Gunawan kepada wartawan mengatakan, wisatawan asing itu ke Waingapu untuk tujuan nonton pasola di Sumba Barat. Total keseluruhan mereka sebanyak 15 orang dan 1 orang Guide.

Sementara itu pantauan POS-KUPANG.COM tampak kapal tersebut bersandar di antara Pelabuhan Pelni Waingapu dan Pelabuhan Rakyat Waingapu. Dokter Karantina Kesehatan Pelabuhan Laut Waingapu, dr. Hindarti A. Handayani bersama crew dan anggota kepolisian mengenakan masker dan sarung tangan menggunakan perahu motor menuju ke Kapal Bulan Baru itu untuk menyampaikan terkait Instruksi Bupati Sumba Timur NTT tersebut.

Sekitar 20 menit dr. Hindarti bersama crew kembali ke Pelabuhan Rakyat kemudian di semperotkan cairan disinfektan ke seluruh tubuh. Sabtu 14/3/2020 (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Tonton, Like, Share, Subscribe Youtube Channel POS-KUPANG.COM

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved