VIDEO: Angkut Wisatawan Asing, Kapal Wisata Bulan Baru Ditolak Bersandar di Pelra Waingapu NTT
VIDEO: Angkut Wisatawan Asing, Kapal Wisata Bulan Baru Ditolak Bersandar di Pelra Waingapu NTT
Penulis: Robert Ropo | Editor: Jhony Simon Lena
Tetapi kita tetap menolak mereka turun, karena selain instruksi bupati juga biaya perawatan satu orang pasien Virus Corona (Covid-19) yang sangat mahal dan Sumba Timur juga tidak siap secara peralatan untuk penanganannya," jelas dr. Hindarti.
Ketua DPRD Kabupaten Sumba Timur NTT, Ali Oemar Fadaq yang ikut memantau keberadaan kapal tersebut di Pelra Waingapu menegaskan, pihak DPRD sangat mendukung keputusan yang sudah diambil bupati Sumba Timur untuk tidak menerima wisatawan asing masuk ke Sumba Timur NTT saat ini.
Karena menurutnya lebih penting memastikan kesehatan warga Sumba Timur, dibandingkan manfaat dari masuknya wisatawan asing saat ini.
"Intinya kita dukung saja sikapnya Pemda sesuai keputusan rapat bersama untuk tidak mau kontak badan dengan mereka untuk sementara. Ini tujuannya untuk mencegah wabah virus ini bagi masyarakat di Sumba Timur NTTdari pada mendapat keuntungan dari kunjungan wisatawan,"pungkas Ali Fadaq.
Agen Kapal, Henky Gunawan kepada wartawan mengatakan, wisatawan asing itu ke Waingapu untuk tujuan nonton pasola di Sumba Barat. Total keseluruhan mereka sebanyak 15 orang dan 1 orang Guide.
Sementara itu pantauan POS-KUPANG.COM tampak kapal tersebut bersandar di antara Pelabuhan Pelni Waingapu dan Pelabuhan Rakyat Waingapu. Dokter Karantina Kesehatan Pelabuhan Laut Waingapu, dr. Hindarti A. Handayani bersama crew dan anggota kepolisian mengenakan masker dan sarung tangan menggunakan perahu motor menuju ke Kapal Bulan Baru itu untuk menyampaikan terkait Instruksi Bupati Sumba Timur NTT tersebut.
Sekitar 20 menit dr. Hindarti bersama crew kembali ke Pelabuhan Rakyat kemudian di semperotkan cairan disinfektan ke seluruh tubuh. Sabtu 14/3/2020 (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)
Tonton, Like, Share, Subscribe Youtube Channel POS-KUPANG.COM