Cerpen

Cerpen Sersi Lani Nitbani: Pohon Tua dan Roh Pemanggil Dewa

Di dalam hutan ada satu pohon yang sangat besar dan merupakan pusat kehidupan semua pohon. Namanya Nunuh.

Cerpen Sersi Lani Nitbani: Pohon Tua dan Roh Pemanggil Dewa
ilustrasi/pos-kupang.com
Pohon Kasuari dan Lelaki Kurus1 

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Di dalam hutan ada satu pohon yang sangat besar dan merupakan pusat kehidupan semua pohon. Namanya Nunuh.

Ia disebut juga sebagai pohon perempuan, ibu bagi segala pohon. Di dalam tubuh Nunuh terdapat roh yang menjaga hutan itu. Namanya Usi. Ia roh yang mampu terhubung dengan dewa-dewa di langit.

Setiap tahun hutan selalu berkembang sebab Nunuh selalu melahirkan dan menghidupi banyak pohon kecil. Pohon-pohon yang ia asuh dan beri makanan lewat akar-akar rahasia di bawah tanah.

Unipa Maumere Tunda Seminar Nasional dengan Kemenko Polhukam dan Perjalanan ke Jawa

Karena kekuatan bersama, hutan itu menyimpan banyak sekali air. Akar-akar rahasia mereka bekerja menyerap dan menyimpan air untuk siapa pun.

Suatu ketika keluarlah orang-orang dari dalam gua untuk mencari makanan. Mereka masuk ke hutan dan berburu hewan-hewan liar di dalam sana yang bisa dimakan. Hutan tempat Nunuh dan Usi tinggal. Orang-orang itu cukup beruntung dan bahagia sebab pulang kembali ke gua dengan banyak sekali hasil buruan.

Yang tertua dari dari gerombolan manusia itu mendapat ide untuk membuat rumah sebagai tempat bagi mereka untuk menyembah dewa langit. Mereka menebang beberapa pohon di hutan untuk dijadikan rumah adat. Nunuh amat kecewa sebab anak-anaknya dibunuh tanpa izin.

Cerpen Sersi Lani Nitbani & Leon Hali Leon: Pohon Kasuari di Napjam dan Lelaki Kurus

Usi pun ikut marah.

"Pergilah sebelum malapetaka menjemput kalian." Teriak Usi.
***

Ketika satu rumah adat dibangun ternyata melahirkan rasa iri bagi manusia yang lain. Ada keinginan juga untuk ikut mendirikan rumah tinggal selain rumah adat, rumah bagi hewan peliharaan dan banyak jenis rumah lainnya. Keinginan ini tidak bisa dikendalikan sang tua adat. Semua orang membabat hutan saat itu juga. Liar seperti babi buta. Peristiwa ini jelas membuat Nunuh dan Usi murka.

Gara-gara Virus Corona, Resepsi Nikah Jedar dan Richard Kyle Diundur, Begini Reaksi Sang Artis

Usi segera datang kepada dewa untuk protes. Memang benar bahwa pernah ada kesepatakan hanya untuk membangun sebuah rumah adat saja. Manusia itu tetap tinggal di gua-gua. Namun ternyata mereka melanggar sendiri janjinya. Sebagai dewa langit tentu saja ia ikut marah. Kerakusan manusia yang tak terkendalikan akan menjadi masalah.

Tiba-tiba sebuah sihir besar jatuh dari langit dan tumpah ke atas perkampungan yang baru saja mereka dirikan dari hasil menggunduli hutan. Seketika mereka berubah menjadi pohon-pohon sehingga jadilah sebuah hutan lebat di kampung itu.

Rencana Penutupan Perbatasan NTT-Timor Leste, Ini Pendapat Konsulat Indonesia di Oekusi

Hanya keluarga ketua adat yang selamat. Ia bersama istrinya hidup sejahtera dengan satu pesan mulia, generasi mereka haruslah menjaga hutan itu jangan sampai gundul. Hingga wafat, ketua adat, istri hingga anak cucu menjaga betul pesan itu.

Hingga kini keturuna merekalah yang menjadi penjaga hutan yang dikenal dengan nama Naesmet. (*)
(Cerpen-Cerpen siswa kelas menulis #ToTheLighthouse)

Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved