Rencana Penutupan Perbatasan NTT-Timor Leste, Ini Pendapat Konsulat Indonesia di Oekusi

Rencana penutupan perbatasan NTT-Timor Leste, ini pendapat Konsulat Indonesia di Oekusi

Rencana Penutupan Perbatasan NTT-Timor Leste, Ini Pendapat Konsulat Indonesia di Oekusi
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Suasana rapat di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT terkait pencegahan peyebaran virus Corona, Senin (16/3/2020) 

Rencana penutupan perbatasan NTT-Timor Leste, ini pendapat Konsulat Indonesia di Oekusi

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Rencana Penutupan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT menutup perbatasan NTT - Republik Demokratic Timor Leste (RDTL) mendapat masukan atau pendapat dari beberapa pihak,terutama dari Konsulat Indonesia di Oekusi TDTL dan Konsulat RDTL di Kupang.

Dalam rapat koordinasi Pemprov NTT dengan berbagai instansi fertikal dan forkopimda serta OPD lingkup Pemprov NTT, Senin (16/3/2020) terdapat beberapa masukan dari Konsulat Indonesia di Oekusi dan Konsulat RDTL di Kupang.

Antisipasi Corona, untuk Sementara Pemda Ngada Larang Wisatawan Datang ke Ngada

Konsulat Indonesia di Oekusi- RDTL, Maria meminta pertimbangan agar penutupan itu hanya bagi manusia atau orang, sedangkan untuk barang perlu dipertimbangkan.

Menurut Maria, beberapa waktu terakhir maraknya informasi soal Virus corona menyebabkan keresahan, bukan saja warga Indonesia di NTT, tetapi juga warga RDTL.

"Kemudian adanya rencana bahwa Pemprov NTT akan menutup perbatasan NTT-RDTL, maka kami minta kalau bisa hanya manusia, sedangkan barang jangan," kata Maria.

Kecelakaan Lalu Lintas Tinggi di Sikka, Jasa Raharja Beri Ambulans

Dijelaskan, alasan agar jangan menutup barang, karena hampir semua barang ke Timor Leste,tentu melalui pintu keluar dari NTT.

"Barang misalnya BBM dalam hal ini Solar, ini didatangkan dari Indonesia dan melalui Provinsi NTT. Karena itu, kita minta penutupan hanya untuk manusia saja," katanya.

Dia mengharapkan penutupan perbatasan hanya diberlakukan bagi manusia, sedangkan BBM dan barang lainnya jangan.

Dikatakan, saat ini RDTL masih negatif virus corona dan pemerintah RDTL juga menutup kunjungan dari empat negara, yakni sampai China,Iran, Italia dan Korea Selatan.

Konsulat RDTL di Kupang, Jesuino Dos Reis M.Carvalho mengatakan, sampai saat ini RDTL belum ada kasus virus corona atau Covid -19.

Menurut Zito, sapaan Jesuino, pihaknya memdukung kebijkaan bapak Gubernur NTT menutup perbatasan dengan tujuan melindungi masyarakat.

"Intinya menutup perbatasan kami meyambut baik. Ide menutup perbatasan, bagi RDTL jika untuk kepentingan masyarakat kami berterima kasih," kata Zito.

Namun, lanjutnya perlu ada pertimbangan seperti yang disampaikan Konsulat RDTL di Oekusi, bahwa penutupan hanya bagi manusia sedangkan barang jangan.

"Adanya info ini, maka banyak pihak di Timor Leste yang menanyakan kepada saya. Saya juga sampaikan ke Timor Leste bahwa Gubernur NTT masih melakukan rapat koordinasi. Tapi demi masyarakat tentu yang terbaik bagi warga Timor Leste dan NTT," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved