Kamis, 28 Mei 2026

Kadis Getrudis Minta Kades Mendata TKI yang Bekerja di Luar Negeri

TKI asal Ngada tersebut berasal dari Bajawa Utara dan meninggal di Malaysia. Pihak keluarga menjemput di Maumere.

Tayang:
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
(Kompas.com/ERICSSEN
Ilustrasi TKI 

Kadis Getrudis Minta Kades Mendata TKI yang Bekerja di Luar Negeri

POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Getrudis Rote Lali, meminta seluruh Kepala Desa/Lurah yang ada di Ngada mendata semua TKI asal daerah mereka ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Ngada.

Kadis Getrudis mengatakan jika ada data maka mudah mengetahui berapa jumlah dan dimana warga Ngada yang sedang bekerja di luar negeri.

Kata Kadis Getrudis saat ini pihaknya tidak memiliki data terkait jumlah pekerja migran Indonesia asal Ngada yang bekerja di luar negeri.

Dirinya meminta kepada para Kepala Desa dan lurah agar memiliki data dan laporkan kepada Dinas Nakertrans Ngada.

"Kamu punya masyarakat harus tau mereka kemana, harus ada data. Sehingga kami juga tau. Terus terang kami saat ini tidak ada data saat ini (soal jumlah PMI)," ujarnya.

Ia mengatakan kedepan akan berkoordinas dengan pemerintah desa guna mendata PMI asal Ngada. Sehingga Nakertrans mempunyai data yang jelas dan mereka bekerja dimana.

TKI Asal Ngada Meninggal Dunia di Malaysia

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Getrudis Rote Lali, menyebutkan tahun 2019 hingga 2020, ada 3 orang warga Ngada yang meninggal di Malaysia.

Kata Getrudis, tiga warga Ngada tersebut merupakan TKI yang bekerja diluar negeri dengan status ilegal karena tidak melalui prosedur yang jelas dan tidak tercatat di Dinas Nakertrans Ngada.

"Tahun 2019 ada dua orang yang meninggal di Malaysia dan tahun 2020 ini ada satu orang. Mereka semua ilegal karena tidak tercatat di Dinas Nakertrans Ngada," ujar Getrudis, Rabu (11/3/2020).

Getrudis menjelaskan warga Ngada yang meninggal Sabtu (7/3/2020) di Malaysia sudah hampir 22 tahun merantau ke Kalimantan dan diduga dari Kalimantan menuju ke Malaysia karena ada bukti paspor.

"Kita cek dari keluarga bahwa orang ini sudah berkeluarga dan sudah hampir 22 tahun merantau disana," ujarnya.

Ia menyampaikan setelah mendapatkan informasi dari BP3TKI Kupang pihaknya berkoodinasi untuk kepulangan jenazah. Info awalnya dari Kupang menuju Aimere ternyata mereka ubah rute ikut Maumere menggunakan pesawat.

Dua orang warga Ngada yang meninggal tahun 2019 semua ditanggung perusahaan tempat mereka bekerja. Sedangkan yang meninggal 2020 ditanggung oleh perusahaan hanya sampai di Kupang saja. Sedangkan ke Bajawa tidak ada, sehingga pihak keluarga sudah menanggung biaya untuk kepulangan jenazah.

"Jenazah tidak ikut Soa dan Ende, mereka ikut Maumere. Tiba hari di Bajawa dan terus ke Bajawa Utara. Dari Pemda Ngada akan memberikan uang duka kepada keluarga," ujar dia.

Meninggal Karena Lakalantas

Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Ngada meninggal dunia di Malaysia.

Korban diketahui bernama Aris Laga (38) asal Dusun Bobomere 2 Desa Turamuri Kecamata Bajawa Utara Kabupaten Ngada.

Aris Laga diketahui meninggal dunia, Sabtu (7/3/2020) sekitar pukul 06.30 WIB di KM 59 Jalan Lebuhraya Senai-Johor Malaysia.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Ngada, Getrudis Rote Lali, mengatakan, jenazah akan tiba di Bajawa Rabu (11/3/2020) via pesawat dari Kupang lewat Maumere.

"Berdasarkan surat keterangan sakit yang diterima Dinas Nakertrans Ngada yang dikirim dari BP3TKI Kupang bahwa korban sakit Polytrauma itu berdasarkan data Post Mortem," ujar Getrudis, Rabu (11/3/2020).

Ia menjelaskan TKI asal Ngada tersebut berasal dari Bajawa Utara dan meninggal di Malaysia. Pihak keluarga menjemput di Maumere.

"Hari ini baru tiba disini lewat Maumere. Itu ilegal karena tidak tercatat di Nakertrans. Itu asalnya dari Bajawa Utara. Berangkat ke Kalimantan dan sudah 22 tahun lalu ke Kalimatan. Dari Kalimantan ke Malaysia. Di Malaysia meninggal karena kecelakaan," ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya sudah melaporkan ke Bupati Ngada melalui Sekda Ngada. Bahwa sebagai bentuk kepedulian dari Pemda akan memberikan uang duka kepada keluarga.

Diduga Proyek Pemeliharaan Rutin Ruas Jalan Negara Kefa-Soe Dikerjakan Asal Jadi

Amy Qanita Curhat Pilu, Ternyata Sosok Ini Bikin Para Pria Tak Berani Dekati Dirinya, Raffi Ahmad?

Kurangi Porsi dari 6 Makan dan Minuman ini Agar Kerja Otak Tidak Lambat

Sering Tak Doyan Makan Karena Pahit, Dapat Ditiru 3 Langlah Praktis Menghilangkan Pahit Daun Pepaya

"Berdasarkan informasi dari keluarganya, bahwa korban sudah berkeluarga," ujarnya.(Laporan Repoter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved