Bupati Tahun: Babi Mati Akibat Terserang Hog Cholera atau ASF Tidak Boleh Dimakan

Bupati TTS, Egusem Piether Tahun mengaku, dirinya sudah mengecek langsung kasus babi mati yang diduga akibat serangan penyakit Hog Cholera

Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Bupati TTS, Egusem Piether Tahun 

POS-KUPANG.COM | SOE - Bupati TTS, Egusem Piether Tahun mengaku, dirinya sudah mengecek langsung kasus babi mati yang diduga akibat serangan penyakit Hog Cholera dan 

African Swine Fever ( ASF) ke beberapa camat.

Di Kecamatan Oenino missalnya, sejak Januari hingga awal Maret tercatat sudah 100 lebih ternak babi milik masyarakat yang mati diduga akibat diserang Hog Cholera atau ASF.

Melki Calon Tunggal Ketua Golkar

Kepada masyarakat, Bupati berkaca mata ini menghimbau agar tidak mengkomsumsi daging babi yang mati akibat terserang penyakit Hog Cholera atau ASF. Bangkai babi tersebut harus dikuburkan agar penyakit yang sama tidak menjangkit ke ternak babi lainnya.

"Sampel ternak babi yang mati dengan gejala kulit kemerahan, suhu tubuh naik (panas), kehilangan napsu makan dan diare saat ini masih diperiksa di Lab Peternakan Propinsi NTT untuk mengetahui kepastian jenis penyakit yang menyerang ternak babi masyarakat tersebut. Kita Himbau, babi yang mati akibat penyakit harus dikuburkan dan tidak boleh dikonsumsi masyarakat," pintanya.

Kejari TTS Dalami Dugaan 8 Embung Bermasalah

Dikonfirmasi terkait stok vaksin Hog Cholera yang jumlahnya tidak sesuai dengan jumlah ternak babi di Kabupaten TTS, Bupati Tahun tak menampik hal tersebut.

Ia mengaku, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Propinsi NTT untuk mengatasi persoalan tersebut.

"Kita sudah koordinasi dengan pihak Propinsi untuk bantu vaksi Hog Cholera. Sedangkan untuk vaksin ASF memang belum ada. Dalam waktu dekat kita juga meninjau persoalan kekurangan vaksin Hog Cholera sebagai antisipasi kedepan terhadap serangan penyakit tersebut," jelasnya kepada POS-KUPANG.COM, Senin (2/3/2020) di kantor Bupati TTS.

Diberitakan POS-KUPANG.COM sebelumnya, Ratusan babi di Kabupaten TTS mati mendadak diduga akibat serangan Hog Cholera atau African Swine Fever (ASF).

Pasalnya gejala babi yang diserang Hog Cholera atau ASF memiliki gejala yang hampir sama, seperti kehilangan napsu makan, kulit menjadi kemerahan, diare dan suhu tubuh babi menjadi panas.

Oleh sebab itu perlu dilakukan tes lab untuk mengetahui kepastian penyakit yang membunuh ratusan babi di TTS tersebut.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten TTS, drh. Benyamin Billy kepada POS-KUPANG.COM, Minggu (1/3/2020) melalui sambungan telepon membenarkan jika sudah ada 100 lebih babi di Kabupaten TTS yang dilaporkan mati dengan gelajah menyurapi Hog Cholera dan ASF.

Kepastiannya, Dinas Peternakan Kabupaten TTS telah mengambil Sempel dari beberapa kasus lalu mengirimnya ke Lab Propinsi NTT.

Namun untuk kepastian apakah ASF, maka sampel tersebut akan lanjut diperiksa ke Lab di Medan. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Dion Kota)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved