Cerpen

Cerpen Riko Raden: Pergi Tanpa Meninggalkan Pesan

AKU mencintainya seperti angin mencintai bunga, seperti hujan mencintai pelangi.

pos-kupang
Pergi tanpa meninggalkan pesan 

Itulah janji kami saat itu. Aku terlalu yakin dengan janjinya. Aku juga tahu cinta tak selamanya harus dimiliki. Ia datang lalu pergi. Cinta bisa bertahan apabila hati telah menyatu. Yang datang tak selalu bertahan. Ada kalanya cinta harus pergi. Tetapi sampai saat ini aku tidak tahu mengapa dia pergi tanpa meninggalkan pesan pun kesan.

Dia pergi begitu saja. Hingga kini aku masih menunggu kabarnya tentang alasan dia pergi. Hanya di sini aku masih sendiri dan selalu punya waktu untuk memikirkannya.

Di kamar tidur yang kecil dengan lampu temeram. Menutup diri dari orangtuaku dan keluar kamar hanya ingin ke kamar mandi saja. Aku juga berpikir untuk apa keluar dari kamar dan jalan-jalan jika tak ada yang harus ditemui. Untuk apa menjalani dengan teman-teman apalagi pacar yang pada akhirnya pergi. Tak ada gunanya. Hanya menghambur waktu saja.

ZODIAK KEUANGAN - Ramalan Zodiak Keuangan Selasa 25 Februari 2020 Cancer Buruk Scorpio Ada Peluang

Aku terus berada di kamar dan menutup diri juga tak mau diganggu. Di luar kamar aku selalu mendengar bisikan dari rumah tetangga tentang keadaan diriku. Mungkin karena mereka jarang melihatku duduk di depan teras rumah.

Karena kebiasaanku apabila rumah lagi sepi, pasti aku duduk di depan rumah sambil menikmati kopi juga selalu menyapa orang bila melewati rumah kami. Barangkali demikian sehingga tetangga selalu menanyakan keberadaanku. Enthalah, sekarang aku hidup dengan duniaku sendiri.

Di dalam kamar aku terus merenung. Menyendiri tanpa ada yang menemani. Orangtuaku mengerti dengan keadaanku. Mereka tidak pernah bertanya tentang isi hatiku. Atau mungkin mereka juga pernah mengalami hal yang sama waktu masa muda dulu. Barangkali mereka pernah mengalami sakit hati. Entahlah, intinya mereka tidak menganggu keadaanku sekarang.

"Enu, maafkan aku karena pergi tanpa memberikan alasan. Aku berharap engkau bisa mengerti." Kata Rio melalui telpon.
"Apa maksudmu. Aku tidak mengerti dengan kata-katamu." Jawabku padanya. Dalam hatiku sebenarnya ada perasaan bahagia saat mendengar suaranya. Walau sudah lama kami tidak memberi kabar tapi suaranya tidak asing lagi bagiku. suaranya sudah melekat dalam hatiku. Aku juga bahagia karena dia tidak melupakan aku. Malam ini dia telpon lagi. Semoga tidak ada kata pergi lagi.

ZODIAK KEUANGAN - Ramalan Zodiak Keuangan Selasa 25 Februari 2020 Cancer Buruk Scorpio Ada Peluang

"Begini enu. Aku pergi meninggalkanmu dengan alasan bahwa cinta yang kita bangun selama ini ternyata tidak direstui oleh orangtuamu."
"Maksudmu apa." Aku coba menanya kepastian dari alasannya.
"Waktu keluargaku datang ke rumahmu untuk membahas belis, keluargmu meminta tidak sesuai dengan keadaan kelurgaku.

Saat itu aku duduk di samping tongka dari pihak keluargaku. Aku melihat tongka dari pihak keluargamu sangat mengotot agar semua belis yang dia ucapakan harus terpenuhi. Tapi keluargaku menolak. Mulai saat itu, hubungan di antara keluarga kita mulai kendor. Melihat hal itu, aku pun pelan-pelan untuk meninggalkan dirimu. Aku berpikir itu yang terbaik. Bahkan orangtuaku mengatakan kepadaku agar kita dua harus berpisah. Itu makanya aku pergi meninggalkanmu. Sekali lagi maafkan aku."

"Jangan begitu kha! Nada suaraku pelan. Air mataku pun pelan-pelan jatuh. Aku sangat mencintaimu. Tolong jangan tinggalkan aku."
"Aku angkat tangan enu. Belis untukmu terlalu mahal. Aku tidak bisa membayar semuanya. Aku sempat mengeluh, mahal betul harga cinta kamu. Aku tidak tahu mengapa engkau ngotot mencintaiku dulu. Mengapa engkau tak pernah mendengarkan keluhku dan penjelasanku tentang hidupku. Mengapa engkau begitu percaya dengan janjiku.

ZODIAK ASMARA - Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Selasa 25 Februari 2020 Aries Bertengkar, Cancer Akur

Aku kira, tanpa kujelaskan pun, engkau pasti tahu betapa susahnya hidupku. Susah, ketika rasa cintaku padamu mulai tumbuh, aku justru dihadapkan dengan kepelikan. Aku melamarmu tapi ayahmu meminta belis yang mencekik leher.

Aku angkat tangan dan harus pergi meninggalkanmu."
"Iya nana, aku tahu semuanya itu. Tapi itukan adat. Kita harus mematuhinya."
"Iya aku tahu itu adat. Apakah adat sekejam itu? Mengapa harus dipertahankan? Aku bisa saja menjual semua tanahku untuk membayar lunas belismu. Tapi setelah kita menikah, kita makan apa? Mengemis pada orangtuamu? Sekali lagi aku minta maaf. Aku harus pergi meninggalkanmu. Carilah laki-laki yang bisa memenuhi seluruh permintaan dari orangtuamu."

Sosok & Perjalanan Karir Mahathir Mohamad, Perdana Menteri ke-7 Malaysia yang Mundur dari Jabatannya

Dia pun langsung menutup telponnya. Padahal masih banyak yang harus kukatakan padanya. Bahkan kalau dia tidak menutup telpon, aku katakan bahwa aku harus pergi dari genggaman orangtuaku dan pergi bersamanya.

Aku rela dibenci oleh orangtua dan keluargaku hanya demi cintaku padanya. Aku sadar bahwa selama ini orangtuaku selalu mencampuri masalah kami berdua. Tapi aku terlambat. Sekarang aku rela sakit hati dengan kepergiannya.
* Tongka artinya juru bicara dalam budaya Manggarai.
(Riko Raden, mahasiswa STFK Ledalero).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved