Breaking News:

Cerpen

Cerpen Riko Raden: Pergi Tanpa Meninggalkan Pesan

AKU mencintainya seperti angin mencintai bunga, seperti hujan mencintai pelangi.

pos-kupang
Pergi tanpa meninggalkan pesan 

Aku dan Rio menunggu hujan itu berhenti. Aku sibuk mengamati hujan deras itu, tetapi Rio justru menikmatinya. Aroma hujan, aku selalu menyukai itu.

Rintikan hujan mengalun seperti sebuah musik di telingaku. Aku menikmati itu sampai aku tak tahu bahwa Rio memberikan jaketnya untukku. Tak lama kemudian, hujan berhenti. Kami tetap duduk di bawah pondok ini. Aku terus memeluk tubuhnya. Rasa hangat bagaikan sang surya di pagi hari. Aku merasa bahagia dalam pelukannya. Dia membuatku bahagia.

Tamu Kita: Robert HP Sianipar: Ubah Image Jadi ASN

"Enu! Katanya pelan. Aku tidak ingin kita terus bertengkar karena hati kita tidak selalu sama. Aku ingin kita dua saling mengerti. Aku takut kehilanganmu kelak." Kata Rio sambil mencium keningku.

"Iya, aku juga tidak ingin kita terus bertengkar. Aku tahu selama ini kita tidak saling memahami soal hati. Sebenarnya aku rasakan ini sudah lama sejak engkau tidak memberikan kabar denganku. Tetapi aku baik-baik saja karena aku tidak bisa membohongi perasaanku bahwa aku sangat mencintaimu.

Aku juga takut kehilanganmu. Aku ingin kita terus bersama sampai Tuhan menghendaki kita untuk berpisah di alam sana." Jawabku sambil memeluknya.

"Enu, bagaimana nanti jika orangtua kita tidak restu hubungan kita ini. Apakah engkau masih mencintaku? Tangan Rio terus mengelus rambut kepalaku. Aku sangat mencintaimu enu. Hatiku tidak bisa berpindah lagi. Hatiku bak daun yang selalu dekat dengan rantingnya. Aku ingin enu juga sama seperti yang kurasakan sekarang.

"Iya, aku juga sangat mencintamu. Kita berdoa saja agar orangtua kita restu dengan hubungan kita ini." Tanganku coba memeluk lebih erat tubuh Rio yang agak lebih besar dari tubuhku.

ZODIAK KEUANGAN - Ramalan Zodiak Keuangan Selasa 25 Februari 2020 Cancer Buruk Scorpio Ada Peluang

Dalam hatiku ingin mengatakan kalau aku sangat takut kehilangan Rio. Aku ingin agar kami tetap hidup bersama selamanya. Tapi aku tidak mau mengatakan itu kepada Rio. Biarkan waktu yang mengatakan semuanya ini.

Itulah janji kami saat itu. Aku terlalu yakin dengan janjinya. Aku juga tahu cinta tak selamanya harus dimiliki. Ia datang lalu pergi. Cinta bisa bertahan apabila hati telah menyatu. Yang datang tak selalu bertahan. Ada kalanya cinta harus pergi. Tetapi sampai saat ini aku tidak tahu mengapa dia pergi tanpa meninggalkan pesan pun kesan.

Dia pergi begitu saja. Hingga kini aku masih menunggu kabarnya tentang alasan dia pergi. Hanya di sini aku masih sendiri dan selalu punya waktu untuk memikirkannya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved