VIDEO - Teriakan Duli Gere Hantar Warga Ramai-ramai Guti Nale di Pantai Mingar, Lembata
VIDEO - Teriakan Duli Gere Hantar Warga Ramai-ramai Guti Nale di Pantai Mingar, Lembata. Saat ini Guti Nale merupakan Festival Budaya di Lembata.
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Frans Krowin
VIDEO - Teriakan Duli Gere Hantar Warga Ramai-ramai Guti Nale di Pantai Watan Raja Mingar, Lembata
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA – VIDEO - Teriakan Duli Gere Hantar Warga Ramai-ramai Guti Nale di Pantai Mingar, Lembata
Waktu menunjukan pukul 18.00 Wita. Matahari sudah jatuh ke peraduannya. Ratusan masyarakat Mingar, Desa Pasir Putih, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata, sudah ramai berkumpul di Pesisir Pantai Watan Raja dengan membawa senele atau sebentuk wadah dari anyaman lontar yang mereka gantung di leher.
Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa, mereka menyisir pantai dengan bantuan cahaya lampu senter dan obor sembari menunggu tua adat yang bertugas mengecek kedatangan cacing laut berteriak duli gere.
• VIDEO: Penjabat Kepala Desa Oenenu Selatan Diadukan ke Kejaksaan Negeri TTU. Lho, Kenapa?
• VIDEO: 4 Kantor PLN di Ende Terbakar Bersamaan, Untung Para Pegawai Cepat Memadamkannya
• VIDEO: Secara Sukarela, Haji Arifin dan Pua Abama di Ende, Serahkan Tanah Kepada TNI
Teriakan khas ini menandakan cacing laut atau Nale sudah muncul di pesisir dan bisa ditangkap.
Hari sudah gelap. Yang terdengar hanya deburan ombak laut selatan.
Selain warga Desa Pasir Putih dan sekitarnya, puluhan pegawai negeri sipil dan jajaran pejabat eksekutif dan legislative, bahkan Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur pun menantikan kedatangan Nale.
"Duli gere, duli gere, duli gere...!" Teriakan ini terdengar bersahut-sahutan, seolah memicu spirit masyarakat untuk menangkap nale sebanyak-banyaknya.
Oleh masyarakat Mingar, Desa Pasir Putih, nale merupakan lambang kemakmuran, kesuburan, kesejahteraan.
Mendengar teriakan Guti Nale, warga langsung berderap menuju ke laut dangkal dan mulai menangkap cacing laut hanya dengan menyedoknya dengan tangan lalu dimasukan ke dalam senele.
Jutaan cacing laut itu berada di sela-sela karang, dihantam ombak lautan ke pesisir dan seolah menyerahkan diri untuk ditangkap.
Ritual penangkapan Nale berlangsung sekali dalam setahun dan diwariskan nenek moyang orang Mingar.
Ada Seremoni Adat yang harus digelar sebelum Nale datang ke pesisir. Seremoni adat ini sarat dengan muatan sejarah dan kepercayaan orang Mingar sendiri.
Wakil Ketua Lembaga Adat Desa Pasir Putih, Petrus Boli Muda 73 tahun, mengisahkan, pada zaman dahulu, Bapak Geroda dan Belake dari kampung lama Mingar, hendak mengambil bubu di di Pantai Watan Raja.
Di sana mereka bertemu dua orang lelaki bernama serono dan serani yang datang dari duli atau alam lain.