Ini Target Pembangunan Jalan Provinsi di NTT Tahun 2020

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Pemprov NTT) menargetkan pengerjaan jalan provinsi tahun 2020 sepanjang 350-472 km

Ini Target Pembangunan Jalan Provinsi di NTT Tahun 2020
istimewa
Nelson Matara 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Pemprov NTT) menargetkan pengerjaan jalan provinsi tahun 2020 sepanjang 350-472 km. Panjang jalan yang hendak dikerjakan ini sesuai dengan skema penanganan jalan di NTT.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTT, Nelson O. Matara, Senin (17/2/2020).

Menurut Nelson, dalam rapat dengar pendapat Komisi IV DPRD NTT dengan Dinas PUPR NTT, terungkap skema penanganan jalan-jalan provinsi di NTT yang rusak.

Begini Prediksi Arema FC vs Persebaya Surabaya Semifina Piala Gubernut Jatim Sore Ini

"Sesuai data yang dipaparkan Kadis PUPR NTT, Maksi Nenabu, bahwa ruas jalan provinsi yang rusak atau kurang mantap di NTT sepanjang 906,12 km. Target pemerintah ruas jalan ini tuntas dalam dua tahun (2020-2021) dan untuk tahun pertama dikerjakan sekitar 472 km dengan sistem Grading Operation/resaphing (GO) + ," kata Nelson.

Dia menjelaskan, dalam pengerjaan itu ada skenario pendanaan selama dua tahun,termasuk juga dalam pinjaman daerah.

Ancam Buruh Bangunan Gunakan Sajam, 2 Pria di Kupang Diamankan Polisi

Lebih lanjut dikatakan, startegi penanganan jalan, yakni konstruksi jalan menggunakan GO +, yaitu pembentukan kembali permukaan jalan untuk perkerasan jalan tanpa penutup dengan jenis konstruksi lapis pondasi semen tanah komposit (tanah, semen ,bahan tambah atau aditif).

"Sedangkan, pentahapan penanganan fokus pada ruas jalan dengan kondisi tidak mantap yang cukup. Kemudian fokus pada akses ke sentra-sentra produksi ,destinasi wisata dan juga daerah perbatasan," katanya.

Sedangkan soal evaluasi pengerjaan tahun 2019, progres pengerjaan fisik 87-92 persen. Karena itu, pihak ketiga meminta waktu adendum tiga bulan untuk menyelesaikan pekerjaan.

"Kami juga sudah pantau di lapangan, dengan membentuk tiga tim, yakni Sumba, Timor dan Flores. Kita pastikan proyek di lapangan bisa diselesaikan walau dengan adendum waktu, " katanya.

Dikatakan, dalam pengerjaan proyek fisik tahun 2019 ada kendala di lapangan, yakni cuaca hujan, peralatan dan tenaga kerja, sehingga pihaknya meminta kontraktor manfaatkan waktu adendum.

Halaman
12
Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved