Breaking News

Paroki Poka Undang Mitra Kerja Susun Program Pastoral Tahun 2020

telah meluangkan waktu untuk menghadiri sidang pastoral dalam rangka menyusun program pastoral tahun 2020 dari Paroki Poka.

Penulis: Aris Ninu | Editor: Rosalina Woso
zoom-inlihat foto Paroki Poka Undang Mitra Kerja Susun Program Pastoral Tahun 2020
POS KUPANG/ISTIMEWA
Paroki Santu Fransiskus Xaverius Poka mengadakan sidang pastoral, Minggu (2/2/2020) bertempat di Aula Paroki untuk menyusun program Pastoral paroki Poka di Tahun Penggembalaan 2020.

Untuk diketahui, berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi dari Litbang Pusat Pastoral Keuskupan Ruteng tahun 2019 yang disampaikan pada pertemuan Pos Natal Keuskupan Ruteng pada awal Januari 2020 di Aula Efata Ruteng, Paroki Poka mendapat penilaian kinerja pastoral terbaik menempati Ranking 1 dari 86 Paroki yang ada di Keuskupan Ruteng.

Terhadap prestasi ini, Romo Andi dengan rendah hati berkomentar apa yang dilakukannya bersama umat dan unsur pelayan gereja di Paroki Poka bukan untuk mendapatkan pujian dari siapapun melainkan itulah esensi dari pelayan gereja yang menempatkan tatakelola (managemen) sebagai kekuatan dan mendorong pelibatan semua pihak dalam melaksanakan karya-karya Pastoral, sebab gereja hadir untuk menyelamatkan dan inilah tugas gembala yang utama di tahun penggembalaan 2020.

Pada sidang pastoral ini, Yayasan Ayo Indonesia sebagai salah satu mitra kerja pastoral dari paroki Poka diberi kesempatan untuk menyampaikan gagasan konkrit tentang substansi dari pelatihan pertanian organik dan dukungan terhadap para penyandang difabel.

Richard Urut dihadapan peserta sidang menegaskan, Yayasan Ayo Indonesia akan memfasilitasi pelatihan pertanian organik plus, yaitu memperkenalkan tehnologi arang sekam untuk menghadapi perubahan iklim, tehnik membuat bokasi, mengajarkan tentang pola tanam sayur-sayuran berorientasi pada permintaan pasar, kunjungan belajar bisnis pertanian organik dan melek keuangan.

Sasaran atau penerima manfaat dari kegiatan-kegiatan ini adalah orang muda dan keluarga disabilitas.

Lebih lanjut, Richard mengatakan, kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan, gizi/kesehatan dari peserta program, meningkatkan produktifitas asset (tanah) dan memperbaiki kualitas lingkungan hidup serta meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola keuangan agar terhindar dari ijon dan mengutamakan tabungan demi masa depan.

Polisi Borgol Dua Warga Camplong yang Diduga Menganiaya Brondong Nongol di Kolong Tempat Tidur

Ingat Video Panas Ariel NOAH & Wanita Mirip Luna Maya, Sampai Tak Lulus Kuliah Hukum,Ini Kata Dosen?

Sebab masih banyak orang Manggarai yang berpendapatan rendah namun pengeluaran tahunannya sangat besar sehingga mereka rentan untuk menjual tanah dan terjerat hutang dari berbagai lembaga keuangan.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved