Salam Pos Kupang

Melihat Persiapan NTT Menuju PON XX 2020

Mari membaca Salam Pos Kupang: melihat persiapan NTT menuju PON XX 2020 di Papua

Melihat Persiapan NTT Menuju PON XX 2020
Dok
Logo Pos Kupang

Mari membaca Salam Pos Kupang: melihat persiapan NTT menuju PON XX 2020 di Papua

POS-KUPANG.COM - KONI NTT secara resmi telah memulai pelatda desentralisasi PON XX 2020. Pelatda desentralisasi ini ditangani oleh cabang olahraga masing-masing hingga pelatda sentralisasi yang akan digelar KONI NTT.

Sebanyak 10 cabang olahraga dengan 88 atlet untuk sementara dinyatakan lolos ke PON XX 2020 dan akan bertanding dan berlomba di Papua pada Oktober 2020. Pengprov PASI dan Perkemi NTT secara resmi telah memulai pelaksanaan pelatda desentralisasi, sementara cabang lainnya belum memulainya.

Rentannya Produksi Pangan NTT Musim Ini

Sesuai penetapan KONI NTT, pelaksanaan pelatda desentralisasi ini akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan. Selanjutnya akan dilaksanakan pelatda sentralisasi selama tiga bulan hingga keberangkatan ke Papua. Pelatda sentralisasi ini akan langsung dikoordinir oleh KONI NTT.

Ada satu kendala klasik yang membuat beberapa cabang olahraga belum memulai pelatda, yakni ketersediaan dana. Ketergantungan yang besar dari cabang olahraga terhadap dana subsidi dari KONI membuat pengurus cabang olahraga tidak bisa berbuat apa-apa. Padahal, dana adalah masalah klasik yang saban tahun selalu terjadi.

Penjelasan John Bahy dari Komisi Kitab Suci KAK Soal Pentingnya Orang Katolik Mencintai Kitab Suci

Hal ini sebenarnya sudah diketahui oleh pengurus cabang olahraga. Artinya, seharusnya tidak ada alasan bahwa karena tidak ada dana, pelatda belum bisa digelar. Lihat saja beberapa cabang yang sudah memulai, ternyata mereka bisa.

Sesuai perhitungan sementara, menuju PON Papua 2020, sejak pelatda hingga pertandingan, seorang atlet minimal membutuhkan dana Rp 50 juta. Artinya, kalau 88 atlet ditambah pelatih dan official, KONI NTT butuh dana di atas Rp 30 miliar.

Sementara itu, hingga saat ini KONI NTT belum mendapatkan dana hibah dari Pemprov NTT untuk PON 2020. Proposal kebutuhan anggaran sudah diajukan, tinggal sekarang bagaimana Pemprov NTT untuk menetapkannya.

UU Sistem Keolahragaan Nasional yang didukung Perda Olahraga NTT, seharusnya tidak ada alasan bagi Pemprov NTT untuk menolak pengajuan anggaran dari KONI NTT. Pemprov harus segera menetapkannya agar para atlet dan pelatih bisa mempersiapkan diri dengan baik.

Target 10 medali emas yang ditetapkan KONI NTT untuk PON kali ini baru bisa tercapai kalau atlet dipersiapkan dengan baik. Artinya, ketergantungan pengurus cabang olahraga terhadap dana subsidi harus dipahami. Dari mana mereka mendapatkan sponsor, sementara dana awal yang dibutuhkan sangat besar.

Satu yang pasti, duet Viktor-Josef sebagai nakhoda NTT selalu mengatakan bahwa sekarang saatnya NTT bangkit menuju masyarakat sejahtera. Artinya, tentu sudah ada hitungan bagaimana menyikapi ketersediaan anggaran untuk PON XX 2020 di Papua nanti. Atlet NTT bisa. NTT hebat dan bisa meraih prestasi nasional hingga internasional. Mari kita sama-sama mendukung atlet dan pelatih dalam masa persiapan menuju NTT emas. (*)

Penulis: PosKupang
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved