Opini Pos Kupang

Terminal Bayangan dan Raibnya Pendapatan Asli Daerah

Baca Opini Pos Kupang berjudul: terminal bayangan dan pendapatan asli daerah (PAD)

Terminal Bayangan dan Raibnya Pendapatan Asli Daerah
Dok
Logo Pos Kupang

Baca Opini Pos Kupang berjudul: terminal bayangan dan pendapatan asli daerah (PAD)

Oleh :Yanuardi Longgo, S.Sos, M.Si, Dosen FHISIP Administrasi Negara
Universitas Terbuka Kupang

POS-KUPANG.COM - Telah menjadi pemandangan keseharian bagi masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya akan keberadaan konsentrasi angkutan umum di Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima dari sekitar pertigaan Jalan Adi Sucipto hingga sekitar Km 9 Jalan Timor Raya.

Disini setiap harinya akan terlihat puluhan angkutan umum baik yang ber-plat nomor warna kuning hingga warna hitam atau yang dikenal de ngan istilah "travel".

Pilkada Manggarai Barat, Balon Partai Demokrat Masih Proses di DPD NTT

Intensitas kepadatan konsentrasi kendaraan pada area terpantau setiap harinya dimulai dari pukul 07.00 Wita hingga malam hari sekitar pukul 22.00 Wita. Dalam kurun waktu demikian akan terlihat kepadatan arus kendaraan pada ruas jalan tersebut sehingga terkadang menimbulkan kemacetan.

Sebab selain arus kendaraan yang lewat, juga ada aktifitas lainnya seperti kegiatan pasar yang terlihat sepanjang tepi jalan tersebut. Di sini tentunya akan ada aktifitas jual beli, bongkar muat barang, parkiran, dan pejalan kaki.

Pilkada 2020 - Balon Incumbent Berpeluang Diusung Jika Melamar di Demokrat

Disatu sisi hal tersebut dapat dimaklumi sebagai bagian dari aktifitas publik yang tak dapat dihindarkan guna menjawab kebutuhan kesehariannya. Sopir dan kondektur angkutan umum saling berlomba memperebutkan calon penumpang, sedangkan penumpang juga mempunyai kesempatan memilih kendaraan yang akan ditumpangi berdasarkan tujuan kepergian maupun selera.

Pedagang dan pembeli melakukan tawar menawar produk jualan pada tepi badan jalan. Di samping itu pejalan kaki pun hilir mudik setiap saatnya. Sekali lagi hal ini dapat dipahami sebagai bentuk aktifitas masyarakat daerah perkotaan yang padat akan kebutuhan.

Lalu bagaimana dengan tanggapan publik akan hal tersebut? Keadaan demikian rasanya sudah berlangsung lama dan dapat dikatakan sudah menjadi semacam "kesepakatan"umum sehingga sejauh ini hal tersebut dianggap sah saja sepanjang tidak menimbulkan gangguan kamtibmas yang mengkhawatirkan. Pertanyaan, apakah demikian?

Adalah ironis telah disediakan terminal bagi kendaraan umum tersebut serta berulangkali diadakan penertiban namun terminal bayangan kembali berfungsi di tempat yang sama.

Keadaan demikian mengakibatkan ruas badan jalan tersebut kemudian beralih fungsi menjadi terminal bayangan yang massif sifatnya. Dikatakan massif karena walaupun ada penertiban dari pemerintah melalui dinas terkait tidak juga memberikan efek kesadaran bagi pengelola kendaraan umum maupun calon penumpang.

Halaman
123
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved