Opini
Opini: Demonstrasi ala Gen Z
Tak dapat dimungkiri sebagian besar pelopor di balik gerakan protes massa terhadap kebijakan pemerintah adalah generasi Z.
Oleh: Gebrile Mikael Mareska Udu
Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
POS-KUPANG.COM - Gelombang demonstrasi yang terjadi di Indonesia pada akhir Agustus lalu menjadi salah satu catatan merah perjalanan demokrasi Pancasila sejak kemerdekaannya.
Pasalnya peristiwa tersebut menyisakan luka mendalam dan pelajaran berharga bagi negeri tercinta ini.
Tercatat ada 10 korban jiwa termasuk almarhum Affan Kurniawan, seorang pengemudi gojek yang tengah mengais nafkah.
Ia menjadi korban di balik amukan massa terhadap pemerintah yang cenderung eksploitatif.
Baca juga: Opini: Ekonomi Politik Kenaikan Tunjangan DPRD NTT
Peristiwa tersebut menjadi peringatan bahwa perpolitikan kita mesti ditempatkan pada kepentingan rakyat.
Tak dapat dimungkiri sebagian besar pelopor di balik gerakan protes massa terhadap kebijakan pemerintah adalah generasi Z.
Mereka adalah perwakilan publik yang masih memiliki kesadaran untuk menjaga dan mengawasi pemerintah.
Meskipun demonstrasi tersebut berujung pada tindakan anarkis, generasi Z telah menunjukkan betapa besar kekecewaan dan ketakutan publik akan kondisi bangsa.
Tak sedikit orang yang merasa frustasi dengan kinerja pemerintah sekaligus menciptakan rasa pesimis akan masa depan bangsa.
Hal itu setidaknya tergambar dalam data hasil jajak pendapat Kompas pada 8-12 September 2025 yang menunjukkan bahwa sebanyak 49 persen responden menyatakan berani atau semakin berani untuk mengkritik kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat.
Kekecewaan dan frustasi publik boleh dikatakan masuk akal karena berangkat dari realitas kontradiksi antara pemerintah dan rakyat.
Kita bisa menyaksikan adnya jurang pemisah antara pejabat pemerintah dan rakyat.
Bahwasanya di tengah tuntutan ekonomi yang mencekik kehidupan rakyat, pemerintah dalam hal ini DPR seolah-olah bersukacita dalam ajang pamer kemewahan.
Kebijakan menaikkan tunjangan rumah DPR serentak menyulut amarah gen Z.
| Opini: Inspektorat Daerah di NTT Antara Harapan Pengawasan dan Realitas Temuan BPK |
|
|---|
| Opini: Ketika Pendidikan Menjadi Ruang Luka |
|
|---|
| Opini: Refleksi Kebenaran, Syukur dan Makna Hidup dalam Arus Waktu yang Terfragmentasi |
|
|---|
| Opini: Refleksi dan Resolusi Kebijakan Publik yang Pro-Rakyat di Tahun 2026 |
|
|---|
| Opini: Menggali Potensi Atambua sebagai Kota Perbatasan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Gebrile-Mikael-Mareska-Udu.jpg)