1 Tahun BOP di Labuan Bajo : Ketua HIPMMABAR  Apa Capaiannya Selama Ini?

LABUAN BAJO--Badan Otorita Pariwisata (BOP) Labuan Bajo-Flores sudah berusia satu tahun setelah para direksinya dilantik 15 Januari 2019 l

1 Tahun BOP di Labuan Bajo : Ketua HIPMMABAR  Apa Capaiannya Selama  Ini?
POS-KUPANG.COM/Foto dari Sallahudin
Salah satu kapal wisata Blue Eyes 01 di Labuan Bajo. 

 
Kantor Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo, Flores. POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS.

 POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO--LABUAN BAJO--Badan Otorita Pariwisata (BOP) Labuan Bajo-Flores sudah berusia satu tahun setelah para direksinya dilantik 15 Januari 2019 lalu berdasarkan Perpres pada April 2018 dengan nomor Perpres 32/2018.

Ketua Himpunan Pemuda Mahasiswa Manggarai Barat (HIPMMABAR) Jakarta sekaligus Sekjen Pergerakan Kedalautan Rakyat (PKR) Yosef Sampurna Nggarang, mempertanyakan apa capaian dari lembaga yang dua direksinya itu telah undur diri.

Dia juga meminta Kementerian Pariwisata untuk mengevaluasi kinerja BOP Labuan Bajo, Flores.
"Apa capaian BOP Labuan Bajo, Flores selama satu tahun. Sejauh ini publik belum mendengar ada produk dari BOP untuk menjadi role model pariwisata di Labuan Bajk -Flores. Yang kedengaran di publik justru narasi terkait wisata halal, terkait lahan 400 hektar dan mendatangkan artis Hollywod Leonardo Dicaprio," kata Yosef.

Dia menambahkan, para direksi harus respon atas banyak pertanyaan terutama terkait lahan 400 hektar.
"Dalam menunggu jawaban itu, baru-baru ini publik dikejutkan dengan mundurnya dua direksi BOP, yaitu Jarot Trisunu sebagai Direktur Industri Pariwisata/Kelembagaan dan Sutanto Werry selaku Direktur Pemasaran Pariwisata. Soal mundurnya dua direksi ini juga belum jelas apa alasannya," kata Yosef.

Menurutnya, persoalan serius di BOP Labuan Bajo, Flores saat ini adalah belum adanya master plan terpadu padahal sudah satu tahun.

Selain itu manajemen BOP juga diduga menjadi satu persoalan serius tersendiri.
"Kementrian Pariwisata jangan sampai tidak melihat ada masalah dalam manajemen BOP LBJ-Flores. Mundurnya dua direksi BOP adalah sebuah masalah, yang berkaitan dengan manajemen BOP. Sekarang waktunya yang tepat Menteri Pariwisata dan Menko Maritim untuk mengevaluasi manajemen direksi BOP Labuan Bajo, Flores," kata Yosef.

Evaluasi itu kata dia, titik starnya adalah memanggil semua direksi. Baik yang aktif maupun yang non aktif, duduk bersama terkait apa sebenarnya yang terjadi di BOP LBJ-Flores.

"Duduk bersama ini penting untuk menemukan soal dan menemukan jalan keluar. Sekali lagi, sekarang saatnya direksi BOP Labuan Bajo, Flores dievaluasi," kata Yosef.

Kementerian Pariwisata kata dia perlu menemukan  personil baru untuk BOP Labuan Bajo, Flores demi mewujudkan visi Presiden.

Halaman
123
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved