Berita Eksklusif
8 Icon Baru Kota Kupang dan Filosofinya
Kota Kupang menjadi kota yang modern, indah, menarik dan nyaman, tidak hanya bagi masyarakat Kota Kupang.
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Alfons Nedabang
Gelontor Rp 12 Miliar
Pemkot Kupang menggelontorkan anggaran Rp 12 miliar lebih untuk merevitalisasi enam taman. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Taman Kota Kupang, Jeane PG Hadjon, ST MM menyebut revitalisasi Taman Ina Bo'i menelan biaya terbesar, yaitu Rp 4,9 miliar.
• Pilkada Belu 2020, Willy Lay-Ose Luan Tetap Lanjut
"Pembangunan Taman Ina Bo'i menelan biaya paling besar, Rp 4,9 miliar. Karena di taman ini ada pembuatan Patung Ina Bo'i berbahan dasar Kuningan yang menelan biaya hingga Rp 900 juta. Patung ini dikerjakan oleh seniman asal Yogyakarta, Amboro Lireng yang sudah malang melintang di dunia seni rupa," terang Jeane saat ditemui di Kantor Dinas PUPR Kota Kupang, Sabtu (11/1).

Ia menjelaskan, ada tiga komponen Patung Ina Bo'i yakni, patung Sasando berukuran besar dengan tinggi 6 meter, satu patung Sasando berukuran kecil dengan tinggi 2 meter dan patung perempuan tinggi tiga meter yang sedang duduk bermain Sasando kecil.
Menurut Jeane, awalnya Patung Ina Bo'i direncanakan dibuat dari fiber, namun karena pertimbangan ketahanan terhadap cuaca maka diputuskan bahan dasarnya dari kuningan.
• Pura-pura Pindah Agama Pria di Kalimantan Tengah Tipu & Gasak Harta Ustadz, Akui Sudah 4 Kali
Selain patung Ina Bo'i, dibangun enam patung wanita, tiga dari suku Rote dan tiganya lagi perempuan yang sedang menari dari suku Sabu.
Kepala Bidang Sumber Daya Air pada Dinas PUPR Kota Kupang ini merinci, Taman Sonbai menghabiskan anggaran Rp 2,4 miliar, Taman Tagepe Rp 2,1 miliar, Taman Adipura dan Taman Patung Kasih Rp 1,1 miliar dan untuk Alun-alun Kota dialokasikan anggaran senilai Rp 1,97 miliar. Total anggaran untuk enam taman mencapai Rp 12 miliar lebih.
Jeane mengungkapkan, revitalisasi taman melibatkan arsitek Luiz O Wilson, alumni Fakultas Teknik Unwira Kupang tahun 1995. "Luiz Wilson bisa menerjemahkan apa yang diinginkan oleh Pak Jefri. Taman-taman itu mau jadinya seperti apa, dia bisa mengerti dan menerjemahkan dengan baik," ujarnya.
• Disebut Lambat Tangani Kasus Korupsi RSP Boking, Kasat Reskrim :Tidak Sama dengan Pidana Umum
Menurut Jeane, sebelum revitalisasi taman dimulai, Wali Kota Kupang mengajak timnya juga Luiz Wilson untuk berdiskusi dan membuat konsep revitalisasi taman-taman tersebut. "Setelah itu kami mulai kerja sambil tetap menjalin koordinasi dan komunikasi dengan Pak Wali Kota," jelasnya.

Sementara itu, Luiz Wilson mengatakan, masing masing taman yang direvitalisasi memiliki konsep yang berbeda-beda. Ia mengaku dihubungi Wali Kota Kupang untuk mendesain revitalisasi enam taman.
Menurutnya, konsep revitalisasi enam taman pada pda prinsipnya dibuat lebih modern, indah dan menarik dan unsur kebudayaan etnis yang mau ditonjolkan lebih diperkuat.
• Tampil di ILC TVOne, Saor Siagian dan Masinton Pasaribu Berdebat Sengit Sampai Gebrak Meja
"Misalnya di Taman Sonbai, di sana kita lihat secara umum memuat tema perjuangan dengan mengangkat sosok Sonbai dan kita beri sentuhan etnis Timor di sekitarnya, misalnya dengan potongan tenun macam-macam," ujar Luiz saat dihubungi, Sabtu (11/1).
Awalnya Biasa Saja
KETUA DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe mengapresiasi Pemerintah Kota Kupang merevitalisasi enam taman.
"Awalnya saya lihat biasa-biasa saja, tapi ternyata setelah direvitalisasi, wah...ternyata bagus. Banyak warga berkumpul, interaksi sosial dan ekonomi terjadi di sana," puji Yezkiel ketika diminta tanggapannya, Minggu (12/1).