Banjir Menghadang, Jakarta Ibukota Negara Lumpuh
Ibu Kota Negara Republik Indonesia lumpuh akibat dilanda banjir. Karena hujan lebat yang terjadi beberapa hari lalu di wilayah DKI Jakarta dan hampi
JAKARTA Ibu Kota Negara Republik Indonesia lumpuh akibat dilanda banjir. Karena hujan lebat yang terjadi beberapa hari lalu di wilayah DKI Jakarta dan hampir di seluruh wilayah Nusantara Indonesia.
Kondisi yang terjadi harus disadari bahwa ini adalah fenomena alam tahunan yang terjadi karena siklus musiman.
Indonesia berada di garis khatuliswa dengan memiliki dua musim yaitu musim panas/ kering dan musim hujan/basah. Musim panas atau musim kering waktunya lebih panjang jika dibandingkan musim hujan. Musim panas kurang lebih 8-9 bulan. Terjadi sekitar bulan Maret sampai dengan . bulan November.
Sedangkan musim hujan atau basa terjadi di sekitar bulan Desember sampai dengan Pebruari. Faktor - Faktor penyebab terjadinya banjir di wilayah DKI Jakarta dan di sebagian Wilayah Indonesia. Kondisi ini terjadi akibat ada sejumlah hal dan salah satunya seperti perluasan area melakukan penebangan hutan berskala besar, dan kurang memperhatikan peremajaan hutan dengan penanaman atau peremajaan kembali pohon atau reboisasi, juga faktor demografi, akibat ledakan jumlah penduduk yang tak mampu dihadang oleh governance
Selain itu, lemahnya Kebijakan publik, juga lemahnya kemitraan karena kurang komunikasi, koordinasi, sinkronisasi sehingga tidak sinergi dalam penangan atau pencegahan banjir hampir terjadi disetiap musim.
Kondisi tersebut diatas ikut memberikan dampak buruk bagi terjadinya banjir di wilayah jabodetabek . Hampir di seluruh wilayah Jakarta atau Sejabotabek lumpuh total dalam waktu beberapa hari ini.
Aktivitanya pelayanan publik pun ikut lumpuh , sehingga akitivas pemerintah, swasta,sekolah-sekolah, Perguruan Tinggi, NGO dan aktivitas masyarakat lainya tidak berjalan normal.
Kondisi juga berdampak pada perputaran roda perekonomian Indonesia yang mengalami fluktuasi yang tajam dalam kurs perdagangan Indonesia, regional dan internasional.
Selanjutnya ada upaya-upaya yang harus segera dilakukan dengan pola kolaborasi dengan stakeholders seperti pemerintah, masyarakat, swasta/ dunia usaha dan NGO untuk terlibat bersama dalam mengatasai kondisi yang terjadi saat ini.
Jangan kita membuang energi dengan bernarasi dan berpolemik yang berkepanjangan terkait banjir di wilayah Jabodetabek. Mari, mengajak sebagai warga DKI untuk harus ada rasa memiliki, rasa bagian dan terlibat aktif dalam bersama- sama mengatasi permasalahan banjir di DKI saat ini. salam sahabat... Indonesia Maju.
Karena DKI adalah Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi cerminan dan Indicator dan barometer penilian oleh dunia internasional. **
Oleh : DR. Frans Sales, SPd, MM
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/frans-sales-v.jpg)