Sungai Bokong "Makan Korban" Kondektur Mobil Asal Manufui, TTS
Setelah masuk ke dalam sungai yang airnya dalam tersebut, kata Arifin, korban langsung tenggelam
Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
Sungai Bokong "Makan Korban" Kondektur Mobil Asal Manufui, TTS
POS-KUPANG.COM I OELAMASI---Sungai Bokong di Jalan Timor Raya, Kilometer 70, Kelurahan Takari, KecamatanTakari, Kabupaten Kupang "makan korban".
Peristiwa naas ini dialami korban, Monce Tanaem (19), pekerjaan kondektur mobil beralamat di Manufui, Desa Naefan, Kecamatan Santian, Kabupaten TTS, Kamis (26/12/2019) sekitar Pukul 13..00 Wita.
Korban tenggelam setelah selesai mencuci pakaian kemudian korban mandi di sungai tersebut. Pada saat mandi, korban hendak pergi ke tempat yang airnya agak dalam, jaraknya sekitar 30 meter dari tempat mencuci pakaian. Diduga korban tidak tahu berenang.
Kapolsek Takari, Ipda Arifin Abdurahman, S.H dihubungi Pos Kupang.Com, Kamis (26/12/2019) malam membenarkan peristiwa ini.
Kronologi kejadian, jelas Kapolsek Arifin, korban dan salah seorang saksi atas nama, Arnold Nokas (15), sekitar Pukul 11.00 Wita pergi ke Sungai Bokong untuk mencuci pakaian.
Setelah selesai mencuci pakaian, katanya, korban masih mandi di sungai tersebut. Pada saat mandi, korban hendak pergi ke tempat yang airnya agak dalam, dengan jaraknya sekitar 30 meter dari tempat korban mencuci pakaian.
"Pada saat itu saksi Arnold sempat mengingatkan korban untuk tidak mandi di tempat yang airnya dalam. Tetapi korban tidak menghiraukan, lalu korban langsung masuk ke sungai yang airnya dalam," jelas Arifin.
Setelah masuk ke dalam sungai yang airnya dalam tersebut, kata Arifin, korban langsung tenggelam. Saksi Arnold masih menunggu sampai 30 menit ternyata korban tidak keluar dari dalam air.
"Saksi Arnold kemudian memberitahukan kepada saudaranya yang tinggal di Kelurahan Takari.
Mendengar penjelasan dari saksi maka saudaranya tersebut meminta bantuan kepada warga sekitar TKP untuk melakukan pencarian terhadap korban yang tenggelam di sungai tersebut," ujar Arifin.
Setelah warga melakukan pencarian selama sekitar 1 jam, lanjut Arifin, barulah korban ditemukan di dalam sungai tersebut dan langsung diangkat ke permukaan dan langsung dibawa ke Puskesmas Takari.
"Dari hasil pemeriksaan pihak Puskesmas Takari, korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Menurut keterangan dari pihak Puskesmas Takari tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Saat itupun jenazah korban dibawa ke Rumah saudaranya yg ada di Kelurahan Takari," tambah Arifin.
Menurut Arifin, atas kejadian tersebut keluarga korban menerima kematian korban sebagai musibah, dan akan dibuatkan Surat penolakan Autopsi.
• Panwascam Kabupaten TTU Diminta Jalankan Tugas Sesuai Aturan
• Artis Cantik Bella Saphira Jalan Bareng Keluarga Intip Potret Cantiknya, Makin Tua Makin Mempesona
" Korban diduga tidak bisa berenang, sehingga tenggelam di tempat yang airnya dalam," ujar Arifin.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong)