Breaking News:

Renungan Harian Kristen Protestan, Sabtu, 14 Desember 2019 : Belajar dari Yohanes Pembaptis

Tidak mengakui kekurangan diri tetapi juga tidak mengakui kelebihan orang lain. Kekurangan diri dan kelebihan orang lain saling bertolak belakang

Editor: Rosalina Woso
Renungan Harian Kristen Protestan, Sabtu, 14 Desember 2019 : Belajar dari  Yohanes Pembaptis
istimewa
Pdt. Mesakh Pinis STh

Yohanes Pembaptis sedang berada di dalam penjara, dia depenjara karena teguran secara terbuka terhadap raja Herodes, yang mengambil Herodias, isteri saudaranya. Ini adalah suatu tindakan yang sangat berani.

Tindakan ini menunjukkan kepribadian Yohanes: dia tidak takut pada manusia. Dalam memberitakan Firman Allah, dia menjalankan kewajiban itu tanpa kenal takut. Menegur raja pada zaman itu adalah perkara hidup dan mati.

Penjara pada masa itu adalah tempat yang sangat buruk. Saat itu jelas tidak ada televisi untuk ditonton seperti yang ada di dalam penjara masa kini. Tidak ada  makanan yang enak. Dan jika kondisi penjara tidak bagus, kita tidak akan bisa melakukan aksi mogok atau protes atau memukuli sipir penjara.

Di tempat beginilah Yohanes berada, di dalam penjara, menunggu saat-saat terakhirnya. Dan memang tidak lama setelah itu, dia dipenggal.

Kedua : Yohanes Pembaptis mengklarifikasi pendapatnya tentang Yesus secara langsung.

Ia berharap agar Mesias menghakimi dosa, bukan menjadi sahabat orang berdosa, tetapi semua info yang dia terima dari murid-muridnya adalah tentang kebaikan dan kemurahan Yesus (menyembuhkan orang yang sakit dan yang buta), dsb.

Karena itu Yohanes Pembaptis merasa tidak tenteram karena dia tidak membayangkan bahwa Mesias, Juruselamat dunia, akan mengerjakan hal-hal seperti ini. Kita tentu ingat jika kita mengamati kembali khotbahnya di Matius pasal 3 dan Lukas pasal 3, di sana Yohanes berbicara bahwa Mesias yang akan datang itu akan membersihkan tempat pengirikan dengan api.

Dia akan membakar debu jerami dengan api. Pusat perhatiannya adalah pada penghakiman, bukan anugerah.

Yesus yang mengerjakan hal-hal yang berbeda dengan yang dia kerjakan. Ketika sang raja berbuat dosa, Yohanes Pembaptislah maju menegur raja. Akan tetapi yang dia lihat Yesus justru menjadi sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Yohanes menjadi kebingungan.

Mana penghakimannya? Yohanes Pembaptis merindukan datangnya penghakiman atas dosa. Semua nabi menghardik dosa. Tetapi Yesus malahan makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved