Pembayaran Jasa Dokter Spesialis Kebidanan di RSUD Waingapu Berdasarkan Pendapatan Rumah Sakit

Pembayaran Jasa Dokter Spesialis Kebidanan di RSUD Waingapu Berdasarkan Pendapatan Rumah Sakit

Pembayaran Jasa Dokter Spesialis Kebidanan di RSUD Waingapu Berdasarkan Pendapatan Rumah Sakit
POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Direktur RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, Dr.Lely Harakai, M.Kes (kiri) didampingi Kepala Tata Usaha (KTU) RSUD Umbu Rara Meha, Sonya Rambu Hana Ndima, ST sedang memberikan keterangan. 

Pembayaran Jasa Dokter Spesialis Kebidanan di RSUD Waingapu Berdasarkan Pendapatan Rumah Sakit

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Ada sebanyak dua orang dokter spesialis/ahli kebidanan yang bekerja di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu. Dari kedua dokter spesialis itu, satu dokter diantaranya juga bekerja di Rumah Sakit Kristen (RSK) Lindimara Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.

Direktur RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, Dr.Lely Harakai, M.Kes menyampaikan itu kepada POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya, Jumat (6/12/2019) siang.

Co-Pilot Yannik Asal Afrika Selatan Sesak Napas, Susi Air Mendarat Darurat di Dili, Timor Leste

Dr.Lely didampingi Kepala Tata Usaha (KTU ) RSUD Umbu Rara Meha, Sonya Rambu Hana Ndima, ST menegaskan terkait pembagian jasa kepada para dokter specialis berdasarkan keputusan peraturan bupati bukan berdasarkan keputusan Direktur RSUD.

"Jadi pembagian jasa ini berdasarkan Perbup. Kami tidak lari dari Perbup, jadi bukan berdasarkan keputusan Direktur RSUD, namun Perbub kami tidak bisa kasih karena ini menyangkut dokumen rumah sakit, kalau bisa dilayani harus ada surat," tegas dr.Lely.

Bustaman: Aspek Kepemimpinan Berpengaruh Pada Kerja Tim di Dukcapil Kota Kupang

Dr. Lely juga menjelaskan, terkait jasa yang diberikan kepada dokter spesialis kebidanan berdasarkan pendapat rumah sakit. Terkait Perbup Remunerasi RSUD Umbu Rara Meha, total pendapatan rumah sakit itu 35 persen pendapatan rumah sakit diperuntukan jasa.

"Jadi misalnya ada berapa banyak tindakan di dalam rumah sakit atau ada berapa banyak pasien yang dilayani, terus ada berapa besar kerugian rumah sakit dan ada berapa besar keuntungan rumah sakit itu jadi perhitungan. Apakah kerugian ini mau ditanggungkan pada siapa?, contoh, kalau bilang layani pasien BPJS bayar kita kan, berdasarkan diagnosa, bukan berdasarkan berapa hari pasien opname, berapa banyak biaya obat, laboratorium, radiologi dan lain sebagainya," jelas Dr. Lely.

"Jadi dasar pembayaran itu berdasarkan diagnosa, jadi pasien diagnosa tipes contohnya kamu rawat 3 hari atau 100 hari bayarnya tetap. Contohnya lagi pasien rawat intensif dia melahirkan tapi bermasalah, berat badan anak sangat rendah, kita rawat 2 bulan, tapi kalau di diagnosanya pasien hanya bayar Rp 20 juta, sementara ternyata rumah sakit keluarkan Rp 40 juta, kan rugi rumah sakit, jadi beban kerugian siapa yang tanggung,"tambah dr.Lely.

Sehingga kata dr.Lely, di dalam jasa itu sudah dikonfersikan terkait kerugian rumah sakit, sehingga pembayaran jasa bagi dokter spesialis berdasarkan pendapatan yang diperoleh rumah sakit. Apalagi dalam penangan pasien tersebut itu bukan hanya dokter itu yang kerja sendiri, namun ada petugas medis lain seperti bidan, perawat dan lain sebagainya untuk membantu dokter dalam penangan pasien tersebut, sehingga pembayaran dari pasien itu tentu akan dibagi jasa kepada semua petugas yang membantu penangan itu.

"Jadi kalau mau tidak dibagi ya kerja sendiri mulai dari pasien masuk hingga keluar, tapi karena ini untuk 1 Tim ya uangnya bersama,"pungkas dr.Lely. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved