Di Nagekeo 105 Orang Terinveksi HIV, Mauponggo Terbanyak, Berikut Liputannya!
Untuk mencegah terinfeksi HIV, tentunya yang paling penting kita hindari adalah aktivitas seks bebas
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
Elvin mengungkapkan bahwa terdapat 3 buah tempat hiburan dan 1 kos-kosan di Kabupaten Nagekeo yang selama ini menjadi perhatian khusus KPA Nagekeo.
"Pada tempat-tempat tersebut, kami selalu lakukan pemeriksaan rutin setiap 3 bulan sekali. Kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo yaitu puskesmas untuk melakukan pemeriksaan,"jelasnya.
Pada peringatan Hari AIDS Sedunia Tanggal 1 Desember 2019, KPA Kabupaten Nagekeo bekerja sama dengan Komisi JPIC Rektorat Ngada Nagekeo menyerahkan bantuan kepada ADHA atau Anak Dengan HIV/ AIDS di Kabupaten Nagekeo.
"Total ADHA di Kabupaten Nagekeo ada 6 orang dan anak terdampak sejumlah 18 orang. Untuk peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2019, bekerja sama dengan Komisi JPIC menyerahkan bantuan untuk 6 orang ADHA," jelasnya.
Bantuan yang diserahkan, lanjut Elfin, berupa bahan makanan dan susu, untuk menunjang peningkatan kesehatan para ADHA."ujarnya.
Selain menyerahkan bantuan bagi ADHA, KPA juga melaksanakan aksi bersih kota bersama Komunitas Trash Hero Nagekeo dan melakukan kampanye terbuka di beberapa gereja untuk mensosialisasikan bahaya penyakit AIDS.
"Sosialisasi dilakukan secara langsung oleh ODHA yang memang memiliki keinginan agar masyarakat paham bahaya AIDS," ujar dia.
Terpisah Relawan KPA Nagekeo sekaligus Anggota Komisi JPIC Rektorat Ngada Nagekeo, Pater Anton Hayon, SVD menyatakan pihaknya sangat mendukung berbagai langkah KPA Nagekeo dalam mensosialisasikan pencehahan HIV dan pendampingan kepada penderita.
"JPIC Rektorat Ngada Nagekeo sangat mendukung KPA Nagekeo. Tahun ini kami turut memberikan bantuan bahan makanan bagi ADHA di Kabupaten Nagekeo. Harapan kami agar anak-anak ini dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Meskipun adalah ADHA, anak-anak ini harus tetap sekolah dan menjalani kehidupan normal, tentunya tanpa melupakan perawatan dan pengobatan yang sesuai," ujar dia.
Pater Anton mengharapkan agar Pemda Nagekeo memberikan perhatian khusus terhadap kemunculan berbagai tempat hiburan di Kota Mbay dan Kabupaten Nagekeo pada umumnya.
• Persib Bandung dan Persija Belum Aman, Bali United dan 10 Tim Ini Pastikan Tiket Liga 1 2020, Siapa?
• Warga NTT di Darwin Sambut Gembira Kehadiran TransNusa
"Saya harap Pemda dapat lebih memperhatikan kemunculan tempat-tempat hiburan di Nagekeo. Harus ada izinan yang jelas dan para pekerjanya harus diperiksa secara rutin. Namun di atas itu semua, saya harapkan agar masyarakat tetap berpegang teguh pada ajaran agama, menjauhi pergaulan dan sex bebas, agar terhindar dari HIV AIDS ," ujar dia.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)