Persalinan Operasi Sesar di Sumba Timur 46,45 Persen Lebih Tinggi dari Saran WHO

Persalinan Operasi Sesar di Sumba Timur 46,45 Persen Lebih Tinggi dari Saran WHO

Persalinan Operasi Sesar di Sumba Timur 46,45 Persen Lebih Tinggi dari Saran WHO
POS-KUPANG.COM/GORDI DONOFAN
Gedung BPJS Kesehatan Kantor Cabang Waingapu 

Persalinan Operasi Sesar di Sumba Timur 46,45 Persen Lebih Tinggi dari Saran WHO

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - BPJS Kesehatan Kantor Cabang (KC) Waingapu, Kabupaten Sumba Timur selama pelayanan Januari sampai September 2019 telah membayar biaya persalinan sebanyak 2.889 kasus baik operasi seasar (SC) maupun persalinan pervaginam.

Dimana untuk kasus SC sendiri sebesar 46,45% dari total persalinan. Angka ini cukup tinggi dibandingkan dengan angka yang disarankan oleh WHO sebesar 10%- 20%.

Sejumlah SMP di Ngada dan Nagekeo Ikut Kompetisi IPA I, Berikut Liputannya!

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Waingapu, Tri Mayudin, melalui Kepala Bidang SDM Umum dan Komlik BPJS kesehatan Kantor Cabang Waingapu, Diana Mahartini, menyampaikan itu kepada POS-KUPANG.COM, Senin (2/12/2019) siang.

Untuk besaran klaim yang dibayarkan untuk tindakan SC, kata Diana, bervariatif, tergantung hak kelas dan tingkat keparahan.

Untuk RS tipe D di wilayah kerja BPJS Kesehatan KC Waingapu dengan hak kelas 3 disekitar angka 4 jutaan, sedangkan RS Tipe C dengan hak kelas 1 sebesar 7 jutaan, angka ini dengan catatan tidak ada komplikasi/penyulit.

Korban Keracunan Makanan di Oeekam TTS Sudah Diizinkan Pulang, di Panite Masih Tersisa 10 Pasien

Sedangkan, besar klaim untuk sesar dan pengobatan jantung jelas Diana, untuk klaim sesar dari bulan pelayanan Januari sampai September 2019 sebesar Rp 7.238.935.800.

Untuk klaim pengobatan jantung dari bulan pelayanan Januari sampai September 2019 sebesar Rp. 2.207.857.800.

Diana juga mengatakan, kesimpulan BPJS kesehatan dengan tingginya tindakan sesar tersebut, dapat disebabkan beberapa hal, bisa dari tingkat kesadaran ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya, ANC yang tidak terkontrol dengan baik, kurangnya edukasi tentang masa kehamilan pada ibu hamil, bahkan riwayat penyakit dari ibu yang sudah diderita seperti jantung, darah tinggi dan lain sebagainya.

Dari beberapa kondisi ini dapat menyebabkan kondisi yang serius pada saat ibu hamil akan melahirkan bayinya.

Terkait apa yang dilakukan untuk menekan tindakan tersebut, kata Diana, BPJS Kesehatan Cabang Waingapu terus berupaya melakukan pendekatan kepada Dinas Kesehatan dan fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan melalui forum forum dan UR terkait dengan tingginya angka SC tersebut.

Diharapkan dengan pertemuan tersebut dapat memberikan sedikit triger untuk perubahan kearah yang lebih baik, demi kesejahteraan ibu dan bayi, demi kesejahteraan masyarakat Indonesia. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved