VIDEO: Warga Korban Bencana di Oebelo Marah-Marah, Nilai Pemerintah Lamban dan Apatis. Ini Videonya
VIDEO: Korban Bencana di Oebelo Marah-Marah, Nilai Pemerintah Lamban dan Apatis. Ini terjadi saat Kadis Sosial, Anis Masneno tinjau lokasi bencana.
Penulis: Gecio Viana | Editor: Frans Krowin
VIDEO: Warga Korban Bencana di Oebelo Marah-Marah, Sebut Pemerintah Lamban dan Apatis. Ini Videonya
POS-KUPANG.COM, KUPANG – VIDEO: Warga Korban Bencana di Oebelo Marah-marah, Sebut Pemerintah Lamban dan Apatis. Ini Videonya
Bencana hujan deras disertai angin kencang yang melanda Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang pada Minggu (24/11/2019), menyisahkan banyak cerita.
13 Rumah rata dengan tanah sementara puluhan rumah lainnya, plus satu rumah ibadah dan satu sekolah, mengalami kerusakan cukup parah.
Pada Senin (25/11/2019), Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas Sosial dan DPRD Kabupaten Kupang, turun ke lapangan, memantau kondisi terkini soal bencana hujan dan angin puting beliung di Desa Oebelo.
• VIDEO: Pria Adonara Nikahi Bule Cantik Asal Perancis, Di Gereja Katedral Batam. Ini Videonya
• VIDEO: Makam Ansel Wora Segera Dibongkar.Jasadnya Diotopsi Oleh Tim Labfor Denpasar. Simak Videonya
• VIDEO: Angin Puting Beliung Menerjang Desa Oebelo, Oktovianus Lopes Lolos dari Maut. Ini Videonya
Kepala Dinas Sosial, Anis Masneno dan anggota DPRD Kabupaten Kupang, Tome da Costa serta Babinsa Desa Oebelo, ikut turun untuk melihat dari dekat keadaan masyarakat.
Saat tiba di RT 22, RW 8, Dusun 4, Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, ada korban bencana yang melakukan protes dan mengamuk.
Korban yang protes itu, namanya Gilberto Grasa Gomes (56). Korban yang dua rumahnya rusak berat itu, marah-mnarah dan menilai Pemerintah Kabupaten Kupang apatis dalam menyikapi bencana tersebut.
Gilberto punya dua unit rumah yang berdekatan di wilayah itu. Satu rumah Gilberto rata dengan tanah, dan satu rumah lagi rusak berat, akibat amukan angin kencang disertai hujan.
Dalam peristiwa tersebut, cucunya bernama Raikel Tamono (4 bulan) nyaris menjadi korban dalam bencana itu.
Pasalnya, saat angin puting beliung menerjang desa itu, cucunya, Raikel Tamono diterbangkan angina bersama atap rumahnya, sejauh 40 meter.
Disaksikan POS-KUPANG.COM, Saat kedua pejabat Kabupaten Kupang beserta rombongan hendak pada pukul 12.30 Wita, Gilberto mulai melancarkan aksinya.
Dia mengatakan, sudah tiga kali bencana, dirinya tak pernah mendapat bantuan sedikit pun pemerintah.
Setiap ada bencana, katanya, pemerintah hanya datang dan lihat-lihat saja. Pemerintah hanya datang foto-foto saja, setelah itu pergi dan tak datang lagi membawa bantuan.
Pemerintah Kabupaten Kupang, lanjut Gilberto, hanya datang melakukan pendataan, mengambil dokumentasi tanpa memberikan bantuan bagi masyarakat yang menjadi korban bencana.