VIDEO: Luar Biasa. Ubinan Bawang Merah Mengeruda Ngada, Tembus 12,8 Ton/Hektare. Ini Videonya
VIDEO: Luar Biasa. Ubinan Bawang Merah Mengeruda Ngada, Tembus 12,8 Ton/Hektar. Ubinan itu dihitung saat panen perdana bawang merah Kamis (14/11/2019)
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Frans Krowin
VIDEO: Luar Biasa. Ubinan Bawang Merah Mengeruda Ngada, Tembus 12,8 Ton/Hektar. Ini Videonya
POS-KUPANG.COM, BAJAWA – VIDEO: Luar Biasa. Ubinan Bawang Merah Mengeruda Ngada, Tembus 12,8 Ton/Hektar. Ini Videonya
Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Brfarm Mengeruda melakukan panen perdana bawang merah organik yang dibudidayakan semasa musim panas ini.
Dari ubinan bawang merah tersebut, volume panen bawang merah organik tersebut mencapai 12,8 ton per hektare.
Volume ubinan tersebut diketahui dari panen perdana komoditas tersebut di kebun Wae Wutu, Desa Mengeruda, Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada, Kamis (14/11/2019).
• VIDEO: Warga Panik Gempa Manado, Ini Doa Khusus agar Selamat dari Bencana Gempa
• Beredar Video Warga Panik karena Air Laut Surut di Bali, Ini Penjelasan dari BPBD
• VIDEO TERKINI Siaran Langsung Gempa Manado, Pagi Ini Terjadi 6 Kali Gempa Bumi
Panen perdana itu dihadiri Ketua Brfarm Mengeruda, Henry C. Roga, Utusan CV Suluh Lingkungan Consultan-Aqysta, Adrianus Lagur, utusan Dinas Pertanian Ngada, PPL Dinas Pertanian Ngada, dua orang suster dan sejumlah warga lainnya.
Diperoleh informasi, luas lahan di Wae Wutu yang dikelola Brfarm Mengeruda, sekitar 3 hektar lebih. Dari luas lahan tersebut, bawang merah yang panen mencapai 12.8 ton per hektare.
Consultan CV Suluh Lingkungan , Adrianus Lagur, mengatakan, lahan yang dikelola oleh Brfarm menggunakan pupuk organik yang merupakan kotoran hewan dan juga pupuk cair POC 3G.
"Hasil panen hari ini berdasarkan hasil ubinan yaitu 12.8 ton perhektar," ungkap pria yang akrab disapa Adi ini.
Ia mengatakan, untuk mendukung budidaya bawang merah ini, Brfarm menggunakan mesin pompa Barsha. Penggunaan mesin pompa air tersebut atas kerja sama dengan CV Suluh Lingkungan dan Consultan Aqista.
Consultan Aqista merupakan perusahaan pembuat Pompa Barsha, sekaligus ahli Pompa Barsha di Indonesia.
Budidaya komoditas ini juga atas kerja sama dengan Yayasan Komunitas Radio Mex FM Waingapu, yang menjadi penyedia bibit bawang merah jenis Lokananta.
"Jenis bibit bawang merah ini adalah Lokananta, yang dibudidayakan di Sumba. Benih bawang merah yang dipanen ini juga didatangkan dari Sumba.
Adi menjepaskan pompa Barsha yang dipasang di sungai Wae Wutu, digunakan oleh kelompok anak muda yang tergabung dalam SKM Brfarm dengan Henry sebagai inisiatornya.
Dalam aktivitasnya, kelompok ini memakai pompa barsha. Pompa barsha itu milik yayasan dan ditawarkan ke komunitas petani.