Yuli Lindidjawa Peroleh Omzet Rp 6 Juta dari Pameran Ekonomi Kreatif Sidang Raya PGI Ke-XVII

Si Yuli Lindidjawa peroleh omzet Rp 6 juta dari pameran ekonomi kreatif Sidang Raya PGI Ke-XVII

Yuli Lindidjawa Peroleh Omzet Rp 6 Juta dari Pameran Ekonomi Kreatif Sidang Raya PGI Ke-XVII
POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Kain tenun ikat Sumba Timur dan asesioris-asesioris yang dipamerkan di Stand Pameran Ekonomi Kreatif Sidang Raya PGI Ke-XVII. 

Si Yuli Lindidjawa peroleh omzet Rp 6 juta dari pameran ekonomi kreatif Sidang Raya PGI Ke-XVII

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Para pengrajin kain tenun ikat, kain selendang dan asesioris-asesioris Sumba yang ikut dalam pameran Ekonomi Kreatif Sidang Raya PGI Ke-XVII yang berlokasi di komplek GKS Jemaat Payeti, Waingapu, Kabupaten Sumba Timur menyampaikan terima kasih dan rasa syukur sebab selama berlangsungnya pembukan pameran sejak tanggal 7 dan akan berakhir tanggal 13 November 2019, laku terjual meskipun tidak seberapa.

Di Ende Masih Ada Warga yang Buang Hajat di Pantai, Ini Kata Lurah Mbongawani, Hasan

Peserta pameran, Yuli E. Lindidjawa ketika ditemui POS-KUPANG.COM di stand pameran miliknya mengaku sejak dibuka tanggal 7 November 2019 ia memperolwh omzet Rp 6 juta.

Kain tenun ikat Sumba Timur dan asesioris-asesioris yang dipamerkan di Stand Pameran Ekonomi Kreatif Sidang Raya PGI Ke-XVII.
Kain tenun ikat Sumba Timur dan asesioris-asesioris yang dipamerkan di Stand Pameran Ekonomi Kreatif Sidang Raya PGI Ke-XVII. (POS-KUPANG.COM/Robert Ropo)

Omzet sebesar itu ia peroleh Rp 4 juta dari 20 kain sepelang yang laku terjual dengan harga perlembar Rp 200.000 dan Rp 2 juta dari 1 kaim matrik.

"Rasa bersyukur meskipun stand banyak persaingan juga banyak tapi laku. Intinya kita bisa promosikan kain tenun kita biar lebih terkenal,"ungkap Yuli.

Kesbangpol TTS Pantau Dua Warga Diduga Simpatisan HTI

Peserta pameran lainya, Marselinus Nggau Roti juga mengaku selama pameran dibuka ia memperoleh omzet Rp 600.000. Omzet seperti itu ia peroleh dari tiga lembar lain selempang yang laku terjual.

"selama pembukaan pameran Ekonomi Kreatif baru laku tiga lembar selempang dengan harga Rp 200 ribu perlembar. Tapu kita bersyukur karena bisa dibeli meskipun tidak seberapa dan kita juga bersyukur karena mendukung kegiatan Sidang Raya ini dan juga promosikan kita punya budaya Sumba khususnya Sumba Timur,"ungkap Marselinus.

Peserta lainya Dofra Samiun juga mengaku sudah memperoleh omzet Rp 4 juta rupiah. Omzet sebesar itu ia peroleh dari dua lembar sarung yang laku terjual dengan harga perlembar Rp 2 juta.

"Bersyukur biar sedikit yang penting ada hasil. Intinya kita mendukung kegiatan sidang raya ini dengan promosikan kain tenun ikat,"ungkap Dofra.

Peserta pameran lain yang menjual asesoris-asesioris Sumba, Erna Hunga, mengaku memperoleh omzet sekitar Rp 3-4 juta.

"Saya jual asesoris-aseoris Sumba, seperti anahida, mamuli dan lain sebagainya seperti kalung dan gelang. Memang laku tidak banyak tapi saya bahagia bisa promosikan asesioris budaya kami orang Sumba, seperti Mamuli setiap pengunjung yang datang ke stand, saya jelaskan lambang mamuli ini sebagai lambang kesuburan,"ungkap Erna Hunga. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved