Virus Demam Babi Afrika

Anjing Pelacak Suki Temukan Daging Babi Berisiko Selama Bulan Pertama Bekerja di Darwin Australia

Seekor anjing pelacak bernama Suki telah mendeteksi 69 risiko biosekuriti selama bulan pertama dia bekerja di Bandara Internasional Darwin

Penulis: Agustinus Sape | Editor: Agustinus Sape
Supplied: Bridget McKenzie via abc.net.au
Seorang anjing pelacak bernama Suki ditempatkan di Bandara Darwin Australia Utara untuk melacak masuknya berbagai produk luar negeri, termasuk masuknya daging babi dari Timor Leste, yang diduga terinfeksi virus Demam Babi Afrika (ASF). 

"Sungguh luar biasa melihat Suki melakukan pekerjaan yang luar biasa untuk memperkuat perlindungan biosekuritas Darwin," katanya.

"Angka-angka itu memperkuat kebutuhan akan peningkatan kewaspadaan, terutama dengan daging babi yang menjadi salah satu barang yang disita.

"Demam babi Afrika berada di depan pintu kami di Asia dan semua orang dalam sistem biosekuriti Australia harus memainkan peran mereka untuk menjaga penyakit mematikan ini jauh dari peternakan babi Australia.

"Untuk pelancong ke Australia, pesannya jelas: lakukan hal yang benar dan hormati protokol biosekuriti Australia".

Dalam beberapa minggu terakhir, pihak berwenang telah membatalkan visa dan mendeportasi setidaknya dua orang yang kedapatan mencoba menyelundupkan produk daging babi ke Australia.

Deteksi di Darwin oleh Suki menghasilkan 14 tindakan kepatuhan, tetapi tidak ada yang dilarang memasuki negara itu.

Ketika ditanya apakah produk daging babi yang terdeteksi telah diuji untuk ASF, departemen itu mengatakan para pejabat di bandara mengikuti proses standar untuk secara aman menghancurkan semua barang yang disita.

Awal bulan ini seorang penumpang dari Vietnam dideportasi setelah tidak mengumumkan/menjelaskan 20 kue bulan.
Awal bulan ini seorang penumpang dari Vietnam dideportasi setelah tidak mengumumkan/menjelaskan 20 kue bulan. (Supplied: Department of Agriculture)

Laporan demam babi Afrika di Indonesia

Media Indonesia melaporkan bahwa ASF telah membunuh sekitar 4.000 babi di Sumatera Utara.

Rumor tentang wabah di Indonesia telah beredar selama berminggu-minggu, tetapi belum ada konfirmasi resmi dari Organisasi Kesehatan Hewan Dunia.

Menurut surat kabar Sumut Pos, babi dari 11 kabupaten di Sumatera Utara telah dinyatakan positif ASF dan babi mati segera dikuburkan.

Pada bulan Oktober, Pemerintah Indonesia mendesak importir daging untuk tidak membeli daging babi dari negara tetangga Timor-Leste, yang mengonfirmasi pecahnya ASF pada bulan September 2019.

Wilayah Provinsi  NTT yang berbatasan langsung baik darat maupun laut dengan wilayah Timor Leste sejak awal Oktober 2019 telah menerjunkan Tim Reaksi Cepat untuk mencegah masuk atau menyebarnya Virus Demam Babi Afrika dari Timor Leste

"Kami telah membentuk 3 tim yang terdiri dari Dinas Peternakan, Balai Besar Veteriner Denpasar dan Direktorat Kesehatan Hewan Kementerian RI untuk dapat terjun langsung ke wilayah perbatasan," ujar Kepala Dinas Peternakan NTT Ir. Danny Suhadi kepada POS-KUPANG.COM pada Rabu (2/10/2019) sore. 

Ia menjelaskan, tim tersebut akan melaksanakan upaya preventif baik  langsung ke masyarakat peternak maupun ke stakeholder terkait di wilayah perbatasan negara. 

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved