Virus Demam Babi Afrika

Anjing Pelacak Suki Temukan Daging Babi Berisiko Selama Bulan Pertama Bekerja di Darwin Australia

Seekor anjing pelacak bernama Suki telah mendeteksi 69 risiko biosekuriti selama bulan pertama dia bekerja di Bandara Internasional Darwin

Penulis: Agustinus Sape | Editor: Agustinus Sape
Supplied: Bridget McKenzie via abc.net.au
Seorang anjing pelacak bernama Suki ditempatkan di Bandara Darwin Australia Utara untuk melacak masuknya berbagai produk luar negeri, termasuk masuknya daging babi dari Timor Leste, yang diduga terinfeksi virus Demam Babi Afrika (ASF). 

Sosialisasi terhadap masyarakat dilaksanakan dalam sistem KIE yaitu Komunikasi, Informasi, dan Edukasi yang ditujukan langsung kepada masyarakat para peternak.

Selain upaya tersebut, Dinas Peternakan juga memanfaatkan media massa seperti radio, surat kabar, televisi dan online serta media sosial dan media publikasi seperti pamflet, spanduk dan banner sebagai wadah penyuluhan penanggulangan virus ini.

Selain itu, Suhadi juga menjelaskan bahwa telah dibuat regulasi dalam bentuk instruksi gubernur yang diharapkan akan segera disahkan untuk dapat ditindaklanjuti secara teknis di lapangan.

Instruksi tersebut berisi poin untuk memperketat keluar masuk lalu lintas di perbatasan, penguatan tindakan biosecurity terhadap ternak peliharaan serta upaya preventif lain untuk mencegah tertularnya ternak babi oleh virus AFS.

Sebagai langkah awal, Kepala Dinas Peternakan juga memberikan iimbauan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengolah makanan yang berbahan dasar daging babi dengan baik. Sehingga, kemungkinan untuk terinfeksinya virus demam babi Afrika dapat ditanggulangi sejak dini.

Sumber: abc.net.au/pos-kupang.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved